AMBOINA

Aktivis Ikut Memprotes Rencana Wali Kota dan Romongan ke Belanda

Kantor Wali Kota Ambon

AMBON,SERAMBIMALUKU.com-Rencana kunjungan kerja Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy bersama rombongan ke Belanda menuai protes tidak hanya dari fraksi Partai Demokrat dan Gerindra di DPRD Kota Ambon, namun juga aktivis pemuda di Kota Ambon.

Kunjungan kerja yang juga melibatkan sejumlah anggota DPRD Kota Ambon itu menuai protes lantaran dinilai hanya menghambur-hamburkan uang daerah.

Para aktivis menilai jika perjalanan dinas tersebut sama sekali tidak ada manfaatnya bagi masyarakat Kota Ambon. Sesuai rencana Wali kota Ambon bersama rombongan akan bertolak ke Belanda pada tanggal 16 desember mendatang.

“Kunjungan Wali Kota dan rombongan dari DPRD Kota Ambon ke Belanda hanya akan menghamburkan uang daerah,”kecam aktivis HMI Cabang Ambon, Mizwar Tomagola saat dimintai tanggapannya oleh wartawan, Rabu (13/12/2017).

Dia mengungkapkan dari data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2016, Maluku merupakan provinsi keempat tersmiskin di Indonesia, dan Ambon sebagai ibu kota provinsi Maluku kata dia masih memiliki banyak pekerjaan rumah yang belum diselesaikan seperti persoalan infrastruktur dan sejumlah masalah lainnya.

Menurutnya tidak mengapa jika perjalanan tersebut dijamin akan membawa perubahan mendasar bagi kota Ambon, namun jika perjalanan itu hanya untuk menghamburkan uang daerah maka sebaiknya perjalanan tersebut dibatalkan.

“Apalagi perjalanan itu juga melibatkan sejumlah anggota DPRD. Kenapa tidak satu atau dua orang saja yang mewakili,”katanya.

Dia mengatakan perjalanan dinas tersebut sebaiknya dikaji kembali pasalnya perjalanan tersebut bukanlah sesuatu yang mendesak dan terkesan hanya untuk melancong ke luar negeri,“Harus dikaji lagi, karena perjalanan ke Belanda itu tentu akan menguras uang rakyat,”katanya.

Senada dengan Mizwar, salah seorang aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Ambon Ilham Rahayaan menilai jika perjalanan dinas tersebut bukan sesuatu yang begitu penting, sehingga tidak perlu harus melibatkan anggota fraksi di DPRD.

“Tidak semua yang dibutuhkan DPRD itu ada di Belanda. Kalau seperti ini, bisa saja terindikasi DPRD dan Pemkot Ambon bekerja sama menggelapkan APBD Kota Ambon, dengan cara melakukan tour secara berjamaah,” jelasnya.

Dia mengatakan mengungkapkan kota Ambon dan DPRD selama ini kerap melakukan perjalanan dinas dan studi banding di luar daerah namun apa yang dilakukan itu tidak membawa manfaat secara signifikan kepada kota Ambon.

“Apa manfaat yang didapat dari perjalanan mereka. DPRD Kota Ambon itukan sudah dibagi dengan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing, mengapa tidak memberangkatkan salah satu perwakilan komisi yang berhubungan dengan kunjungan ke Belanda itu. Atau jangan-jangan ini piknik akhir tahun Wakil rakyat,” paparnya. (SMH)

Click to comment

BERITA POPULER

To Top