KRIMINAL

Ambon Jadi Wilayah Paling Rawan Peredaran Narkoba

Kepala Bidang Penindakan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Maluku, AKBP John Wattimena saat memberikan keterangan pers kepada waratwan di kantor BNN Provinsi Maluku, Rabu (27/12/2017).

AMBON,SERAMBIMALUKU.com-Kasus penyalahgunaan dan Peredaran gelap narkotika di Maluku masih sangat tinggi. Tercatat dari 11 kabupaten kota di Maluku, Ambon menjadi daerah yang paling rawan peredaran kasus narkoba.

Dari data BNN tahun 2016, Maluku masih berada di posisi ke tujuh daerah dengan tingkat peredaran narkoba tertinggi di Indonesia.

“Paling rawan peredadarn narkoba itu di Ambon,”kata Kepala Bidang Penindakan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Maluku, AKBP John Wattimena saat memberikan keterangan pers kepada waratwan di kantor BNN Provinsi Maluku, Rabu (27/12/2017).

Dia menjelaskan dari data yang ada semua Kecamatan yang ada di Kota Ambon tidak luput dari peredaran narkoba. Selanjutnya kata dia wilayah kedua yang paling tinggi tingkat peredaran narkoba di Maluku adalah di Kota Tual.

“Semua wilayah di Kota Ambon masuk wilayah rawan, yang kedua Kota Tual dan ketiga Kabupaten Buru tapi sudah menurun karena sudah tidak ada lagi aktivitas penambangan emas di gunung Botak,”ungkapnya.

Dia mengaku penanganan kasus narkoba oleh BNN Maluku terbilang sangat berhasil pasalnya sesuai target yang dintentukan, BNN Provinsi Maluku telah melewati target,”Untuk penanganan kasus narkoba di Maluku itu kita melampaui target,”ujanrya.

BNN Provinsi Maluku sendiri sepanjang tahun 2017 telah mengungkap sepuluh kasus narkoba dengan melibatkan sebanyak 19 tersangka yang merupakan jaringan nasional. Dari jumlah kasus yang ditangani itu BNN Maluku telah menyita barang bukti berupa 3,11 gram ganja dan 136,17 gram sabu.

“Kita juga menyita barang bukti berupa dua mobil dan tujuh sepeda motor milik salah satu tersangka narkoba serta menyelidiki rumahnya yang terkait kasus TPPU, jumlahnya itu mencapai Rp 1 miliar,”terangnya.

Sementara Kepala Bidang Rehabilitasi BNNP Maluku, Leo Simatupang mengungkapkan sepanjang tahun 2017 pihaknya telah merehabilitasi sebanyak 38 pecandu narkoba dan melakukan asesmen terhadap 93 orang tersangka kasus narkoba.

“Untuk tahun 2017, teah dilakukan rehabilitasi rawat jalan di Maluku terhadap 38 penyalahguna narkoba serta dilakukan asesmen terhadap tersangka kasus narkotika melalui tim asesmen terpadu sebanyak 93 orang tersangka,”ungkapnya. (SMJ)

Click to comment

BERITA POPULER

To Top