KRIMINAL

Astaga!!! Gara-Gara Tak Lunasi Utang, Wakil Ketua DPRD SBB Terancam Dipolisikan

ilustrasi utang piutang

 

AMBON,SERAMBIMALUKU.com-Wakil Ketua DPRD Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Bachtiar Payapo terancam berurusan dengan aparat kepolisian. Politisi Partai Golkar ini terancam diadukan ke polisi lantaran masalah utang piutang.

Pasalnya Payapo diduga tidak juga mengembalikan uang puluhan juta rupiah milik seorang PNS di dinas Kehutanan SBB yang dipinjamnya. PNS yang diketahui berinisial GH ini kesal lantaran, sudah lebih dari tiga tahun uang puluhan juta rupiah miliknya tidak juga dikembalikan.

Menurut GH, Payapo meminjam uang darinya sejak tahun 2014 silam. Sesuai kesepakatan uang yang dipinjam akan segera di kembalikan setelah uusannya kelar, namun nyatanya janji tersebut tidak ditetapi.

GH mengungkapkan, awalnya Bachtiar meminjam uang senilai Rp 15 juta darinya. Uang itu dipinjam Payapo untuk keperluan pelantikan sebagai unsur pimpinan DPRD SBB. Uang itu diserahkan langsung ke Bachtiar diruang kerjanya disaksikan seorang politisi Golkar SBB berinisial AH.

“Pertama saya serahkan uang Rp 15 juta, ada saksinya saya serahkan langsung di ruang kerjanya di kantor DPRD SBB, saat itu masih di desa Waimital,”kata GH melalui telepon selulernya, Kamis (6/7/2017) malam.

Selanjutnya tak berselang lama masih di tahun 2014, Payapo kembali meminta pinjaman uang sebesar Rp 20 juta untuk keperluan transportasi dan akomodasi menuju kongres Partai Golkar di Bali. Saat itu atas perintah Payapo uang tersebut ditransper melalui nomor rekening AH.

“Kemudian pada bulan desember 2014 saya kembali memberikan uang senilai Rp 15 juta kepada AH atas perintah Bachtiar, jadi totalnya itu ada Rp 50 juta,”katanya.

Dia menceritakan, saat itu Payapo berjanji akan segera mengembalikan uang milknya itu, dia juga mengaku akan memberikan sejumlah paket proyek kepada GH namun ternyata janji itu tidak ditepatnya.

“Saya juga heran saat dia membutuhkan uang dari saya dia pinjam dengan memaksa, seolah-olah saya ini yang berutang kepadanya,”katanya.

Menurutnya, sampai saat ini uang yang baru dikembalikan Payapo kepadanya sejumlah  Rp 20 juta dari total uang yang dipinjamnya sebesar Rp50 juta. GH mengaku uang itu diserahkan Bachtiar saat dia akan mengikuti ujian tesis di kampus Unpatti.

”Saya sudah tidak punya uang lagi saat itu dan saat itu saya mau ujian tesis, saya minta untuk mengembalikan uang saya dan dia hanya membayar Rp 20 juta. Itu ditransfer ke rekening saya dua kali pada bulan Mei 2017, saat itu janjinya Rp 25 juta dulu ternyata hanya Rp 20 juta,”paparnya.

GH mengatakan berbagai pendekatan telah dilakukannya agar uang miliknya itu segera dikembalikan, namun hingga kini uang sisa senilai Rp 30 juta belum juga dikembalikan oleh Bachtiar. Karena itu dia berencana dalam waktu dekat akan melaporkan Bacchtiar ke polisi.

“Karena saya anggap ini sudah penipuan, kalau dia itu orang susah saya bisa pahami tapi dia itu seorang wakil rakyat. Semua bukti komunikasi lewat HP saya sudah simpan dan akan saya laporkan semua,”ancamanya.

Terkait kasus tersebut, Bachtiar Payapo yang dihubungi mengaku sedang sakit dan tidak bersedia memberikan tanggapannya,”Nanti bilang dia (GH) hubungi beta jua, beta masih sakit ni. (SMH)

 

Click to comment

BERITA POPULER

To Top