AMBOINA

Astaga!!! Ruangan Wali Kota Ambon Kebanjiran, Kok Bisa?

Sejumlah pegawai tengah menguras genangan air di kantor Wali Kota Ambon, Rabu (6/12/2017)

AMBON,SERAMBIMALUKU.com- Ruangan Wali Kota Ambon dan ruangan protokuler yang berada di lantai dua kantor Wali kota kebanjiran, Rabu (6/12/2017).

Banjir tersebut bukan karena hujan deras mengguyur kota Ambon melainkan karena rembesan air dari sebuah kamar mandi yang bersebelahan dengan ruangan tersebut. Akibat tergenang air itu, kondisi di ruang wali kota dan ruang protokuler menjadi berantakan.

Pantauan di ruangan tersebut, tampak sejumlah pegawai protokuler dan bagian umum terlihat sibuk menguras genangan air yang ada di dalam kedua ruangan tersebut dengan sejumlah peralatan kebersihan dan juga kain lap.

Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah warga yang hendak menemui wali kota Ambon membatalkan niatnya. Pasalnya kondisi ruangan tidak memungkinkan untuk dilewati.

Terkait masalah itu, Kepala Protokoler dan Pimpinan Wali Kota Ambon Steven Patty yang ikut membersihkan ruangan enggan memberikan komentarnya saat dimintai tanggapannya oleh waratwan,”Jangan,”katanya singkat.

Kepala Bagian Umum dan Perlengkapan Kota Ambon Donald Solsolay juga terlihat memerintahkan para pegawainya untuk membersihkan ruangan tersebut dan terlihat sejumlah pegawai terlihat sibuk membersihkan ruangan tersebut dengan perlengkapan kebersihan sambil mengeringkan air tersebut.

Menurut Donald Solsolay pihaknya tidak bertanggung jawab dengan hal teknis terkait pembangunan kamar mandi tersebut karena tugas pihaknya hanya membersihkan,”Secara teknis anda jangan tanya itu di katong karena soal teknis beta seng tahu kalau kase bersih,”katanya.

Sementara Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Ambon, Denny Lilipory yang dikonfirmasi menjelaskan, pihaknya tidak bertanggung jawab terkait dengan pemeliharaan gedung karena pihaknya sudah menyerahkan kamar mandi yang bermasalah itu lebih dari satu tahun yang lalu.

“Jadi untuk pemeliharaan kamar mandi ini tanggungjawabnya bagian umum bukannya kami lagi kalau soal pembangunan kami, karena kami sudah serahkan semuanya kepada mereka,”jelas dia.

Menurut Lilipory pemeliharaan setiap gedung sesuai kewenangan hanya berlangsung selama enam bulan, setelah itu urusannya menjadi kewenangan bagian umum dan bukan lagi menjadi tanggung jawab pihaknya.

“Tanggung jawab pemeliharaan itu hanya enam bulan setelah itu urusannya menjadi tanggung jawab bagian umum,”ujarnya. (SMG)

Click to comment

BERITA POPULER

To Top