KRIMINAL

Bawa Senjata Rakitan untuk Berburu, 3 Warga Piru Terancam 20 Tahun Bui

ilustrasi

AMBON,SERAMBIMALUKU.com-Tiga warga Piru, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) yang tertangkap saat sedang membawa satu pucuk senjata api rakitan untuk berburu di hutan Desa Luhu, Kecamatan Huamual terancam penjara selama 20 tahun.

Ketiga warga yakni Hendrik Sopacua (30), Dominggus Sairatu (36) dan Arkalang Patty (31) sebelumnya oleh penyidik dijerat Undang-Undang (UU) Darurat nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

“Ketiganya sudah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka dijerat dengan undang-undang darurat nomo 12 tahun 1951,”kata Kapolsek Huamual Iptu Idris Mukadar yang dihubungi Serambi Maluku, Kamis (7/12/2017).

Dia menjelaskan, ketiganya ditangkap saat sedang melintas dengan sepeda motor di depan saat polisi sedang menggelar razia pada sabtu pekan kemarin. Saat itu salah satu tersangka sempat membuang senjata rakitan yang ditahannya.

“Saat itu kita langsung mengamankan ketiga tersangka. Selain satu pucuk senjata api rakitan kita juga menyita beberapa butir amunisi SS1,”katanya.

Dia menjelaksan dari hasil penyelidikan yang dilakukan, satu pucuk senjata api rakitan itu adalah milik Hendrik Sopacua. Senjata rakitan bersama amunisi yang disita itu akan dipergunakan ketiga warga tersebut untuk berburu.

“Ketiganya mau berburu saat itu, tapi itu kan benda berbahaya dan dilarang,”katanya.

Melihat ada razia, Hendrik langsung melempar senpi rakitan itu pada sisi kiri badan jalan. Tapi sayang, rencananya untuk mengelabui petugas, sudah terlihat oleh seorang anggota Polsek Huamual.

Saat ini kata dia penyidik sedang mempersiapkan berkas perkara ketiga tersangka untuk dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum, Kejaksaan Negeri Masohi untuk ditindaklanjuti.

”Sementara dipersiapkan, rencananya kalau sudah selesai berkas perkara kasus ini akan segera dikirim pecan depan,”terangnya (SMG)

Click to comment

BERITA POPULER

To Top