MALUKU

Bentrok Warga Desa Bertetangga di Saparua, 1 Orang Tewas

ilustrasi

AMBON,SERAMBIMALUKU.com-Dua desa bertetangga yakni desa Tuhaha dan desa Ihamahu Kecamatan Saparua Kabupaten Maluku Tengah terlibat bentrokan, Jumat (5/1/2018).

Bentrokan yang terjadi pada Jumat dinihari itu menyebabkan seorang warga Ihamahu bernama Melkianus Hitipeu meninggal dunia setelah terkena sabetan parang dibagian wajah dan sekujur tubuhnya.

Selain korban tewas, tiga warga Ihamahu lainnya mengalami luka-luka dalam bentrokan tersebut. Mereka yang terluka yakni Dominggus Sopacua, Daniel Patinaya, Melkianus Lewerissa. Para korban mengalami luka-luka kini telah dilarikan ke sejumlah rumah sakit untuk menjalani perawatan medis.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, bentrokan dua kelompok warga desa itu berawal ketika warga Desa Tuhaha menggelar prosesi adat penutupan atap balai desa (Baileo) di desa mereka. Sesuai tradisi warga setempat, biasanya saat prosesi adat tersebut tiba mereka akan mencari buah kelapa untuk menggantikan kepala manusia dari desa tetangga.

“Disaat bersamaan, warga desa Ihamahu bersama tua-tua adat juga ikut berjaga-jaga di petuanan desanya. Saat itulah warga Tuhaha yang sedang mencari buah kelapa penganti kepala manusia langsung terlibat bentrok dengan warga Ihamahu,”kata sumber tersebut, Jumat (5/1/2018).

Sumber itu mengatakan, saat menggelar prosesi adat mencari buah kelapa pengganti kepala manusia itu, warga Tuhaha membekali dirinya dengan senjata tajam berupa parang dan tombak,”Mereka membawa parang dan tombak saat itu,”kata sumber tersebut.

Kabid Humas Polda Maluku, AKBP Muhamad Rum Ohoirat membenarkan kejadian tersebut. Dia mengaku saat ini aparat TNI dan Brimob telah dikerahkan ke dua desa tersebut untuk mengatasi adanya bentrokan susulan.

Aparat bersama Muspika setempat juga terus berkoordinasi dengan tokoh-tokoh masyarakat dan tokoh pemuda dari kedua desa tersebut.

“Aparat saat ini sudah berkoordinasi dengan tokoh-tokoh adat, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda kedua desa,”ujarnya.

Dia mengatakan sejauh ini kondisi kedua desa bertetangga itu sudah dapat dikendalikan aparat keamanan,”Situasi sudah dapat dikendalikan, saat ini aparat di lapangan masih menyelidiki kasus itu,”ujarnya. (SMJ)

Click to comment

BERITA POPULER

To Top