KRIMINAL

BNN Maluku Ringkus Bandar Sabu Bersama Tiga Orang Kurirnya

Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Maluku memperlihatkan 4 tersangka narkoba yang ditangkap bersama barang bukti berupa 45 paket sabu di kantor BNN, Rabu (15/11/2017)

AMBON,SERAMBIMALUKU.com-Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Maluku berhasil meringkus seorang Bandar sabu berinisial GT (31) di sebuah hotel ternama di Kota Ambon.

Pria asal Desa Kamarian, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) Maluku ini diringkus pada tanggal 25 Oktober 2017 lalu setelah petugas BNN Maluku berhasil mengendus pergerakan tersangka.

Selain GT, petugas BNN juga menciduk DK (26) dan CK (18) keduanya adalah warga Desa Kamarian, Kecamatan Kairatu dan DN (22) seorang mahasiswi yang beralamat di kawasan Kayu Putih, Kecamatan Sirimau, Ambon.

Kepala BNN Provinsi Maluku, Brigjen Pol Rusno Prihardito saat menggelar keterangan pers di kantornya mengatakan, GT selama ini telah menjadi incaran polisi selama setahun terakhir. Tersangka sendiri pernah terlibat dalam kasus pembunuhan di Jakarta.

“GT ini adalah seornag Bandar sabu yang paling kita cari, kita menangkapnya dalams ebuah operasi senyap di sebuah hotel ternama, pada saat kita tangkap memang tidak ada barang bukti lalu kami melakukan pengembangan,” kata Rusno, Rabu (15/11/2017).

Dia menjelaskan GT selama ini menguasai peredaran gelap sabu di wilayah Maluku dan telah menjadi target operasi kami sejak enam bulan terakhir dan telah dicari oleh polisi sejak setahun

Menurutnya tersangka selama ini kerap gonta ganti nomor handphone serta selalu berpindah-pindah tempat persembunyian sehingga kerap menyulitkan petugas untuk menangkapnya. Setelah ditangkap dan diinterogasi, pihaknya kemudian menangkap tiga rekannya yang lain.

“Setelah menangkap GT kita kemudian menangkap tiga rekannya dan berhasil menyita barang bukti berupa 45 paket sabu bersama alat hisapnya,”terangnya.

Dia menyebut satu paket sabu yang diamankan itu memiliki berat sekitar 1 gram dan oleh para pelaku dijual dengan harga sekitar Rp 1-2 juta per paketnya,”Sasaran mereka adalah pelajar, mahassiwa dan para pekerja,”katanya.

Dia mengaku keberhasilan pengungkapan kasus ini juga berkat kerjasama antara BNN, Polres, Polda Maluku dibantu petugas Brimob. Dia berjanji dalam waktu dekat pihaknya akan mengungkap kasus peredaran narkoba ynag lebih besar lagi.
(SMH)

Click to comment

BERITA POPULER

To Top