POLITIK

Demi ‘BAILEO’, Gerindra-PDIP Pilih Bersekutu di Pilgub Maluku

Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Maluku, Murad Ismail-Barnabas Orno

AMBON,SERAMBIMALUKU.com-Rivalitas politik antara Partai Gerindra dan PDI-Perjuangan terjadi di hampir sebagian besar pilkada di Indonesia.

Perseturuan politik kedua partai mulai mengemuka pasca Pilpres 2014 setelah PDI-Perjuangan sukses mengantarkan calonnya, Joko Widodo yang berpasnagan dengan Jusuf Kalla sebagai Presiden dan Wakil Presiden mengalahkan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang kala itu maju berpasnagan dengan Hatta Rajasa.

Setelah Pilpres usai, Partai Gerindra langsung membentuk poros baru dan memilih oposisi. Semula poros yang dibentuk Partai Gerindra melibatkan banyak partai politik termasuk Golkar dan PPP. Namun seiring perubahan dinamika politik yang terjadi, partai-partai yang tadinya bersama Gerindra memilih masuk ke kubu pemerintah.

Seperti bara dalam sekam, rivalitas Partai Gerindra dan PDI-Perjuangan terus berlanjut hingga ke Pilkada DKI Jakarta. Bahkan saat ini rivalitas kedua partai masih terus berlangsung, hal itu dapat dilihat dari keputusan kedua partai dalam mengusung calon kepala daerah di sejumlah daerah yang akan menggelar Pilkada serentak tahun 2018.

Di Pilkada Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Sumatera Uatara dan sejumlah daerah lain misalnya, kedua partai ini kembali berhadap-hadapan. Gerindra, PKS dan PAN bahkan bersepakat membangun koalisi Pilkada di daerah.

Namun fakta politik itu ternyata berbanding 180 derajat dengan kondisi yang terjadi di Pilkada Maluku. Dua ‘musuh bebuyutan itu’ bisa berdamai hanya demi satu kepentingan memenangkan pasangan Murad Ismail-Barnabas Orno.

Publik Maluku awalnya percaya dengan spekulasi yang berkembang kalau koalisi yang dibangun Gerindra PKS dan PAN juga akan berlaku di Maluku, nyatanya semua itu keliru. Karena ternyata PDI-Perjuangan dan Partai Gerindra sama-sama mengusung pasangan dengan jargon Baileo ini.

“Rekomendasi Partai Gerindra yang telah ditetapkan ini sekaligus menepis isu yang beredar luas di masyarakat bahwa tidak mungkin Gerindra dan PDIP serta Partai Politik pendukung Pak Jokowi tidak bisa berkoalisi dalam Pilkada di Maluku,”ungkap Ketua DPD Partai Gerindra, Hendrik Lewerissa melalui rilis yang diterima Serambi Maluku.com, Minggu (7/1/2018).

Dia mengungkapkan koalisi Partai Gerindra dan PDI-Perjuangan di Maluku adalah hal yang biasa, dan itu telah dibuktikan di sejumlah Pilkada di Maluku seperti Pilkada Kota Ambon dan juga Pilkada di Kabupaten Maluku Tengah dan Kabupaten Buru beberapa waktu lalu.

“Koalisi Gerindra dan PDIP serta Parpol lainnya adalah hal biasa dan itu terjadi di Pilkada Kota Ambon, Pilkada Maluku Tengah maupun di Buru,”ujarnya.

Hendrik mengaku menganalisa koalisi PDI-Perjuangan dan Partai Gerindra dengan menggunakan kacamata politik nasional tentu akan berbeda dengan yang terjadi di Pilkada Maluku, sebab bagi dia konteks Pilkada sangat berbeda dengan Pilpres.

“Konteks Pilkada berbeda dengan Pilpres sehingga konstelasi politik, situasi dan kondisi sosial dan politik di daerah juga berbeda,”katanya.

Menurut Hendrik, bagi Partai Gerindra, kepentingan memajukan Maluku dan mensejahterahkan rakyatnya menjadi prioritas utama diatas segala-galanya dan kepentingan itu harus dapat mengesampingkan kepentingan sempit lainnya.

“Bagi Partai Gerindra kepentingan yang paling utama itu memajukan Maluku dan mensejahterakan rakyat,”sebutnya.

Sebelumnya PDI-Perjuangan juga telah resmi memberikan dukungannya kepada pasnagan Mas Bro untuk maju di Pilgub Maluku. Rekomendasi kepada Murad dan Orno diserahkan langsung Ketua Umum PDI-Perjuangan, Megawati Soekarno Putri di kantor DPP PDI Perjuangan beberapa waktu lalu.

Selain dua partai ini, pasangan Mas Bro juga telah mengantongi surat rekomendasi dari Partai NasDem, Hanira, PKB, PKPI, PAN dan PPP.
(SMH)

Click to comment

BERITA POPULER

To Top