MALUKU

Didemo Warga, Pelantikan Pjs di Negeri Hila Dibatalkan

AMBON,SERAMBIMALUKU.com-Rencana pelantikan Ruslan Tuhulele sebagai Penjabat Sementara (Pjs) Negeri Hila, Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah, terpaksa ditunda setelah warga yang tidak setuju menggelar aksi protes sambil berdemo di desa tersebut.

Ruslan sejatinya akan dilantik sebagai Pjs pada Sabtu kemarin, namun karena adanya penolakan dari warga, pelantikan dirinya batal dilakukan. Warga menilai, pengangkatan Tuhulele sebagai Pjs dilakkan camat Leihitu, Amin Sopailuw tanpa persetujuan 4 soa di desa tersebut.

“Ini negeri adat. Jika raja dan saniri sudah tidak aktif, maka kewenangan ada di kepala-kepala soa. Kepala soa yang mengusulkan nama dan camat tinggal melanjutkannya ke Bupati Abua untuk diproses,”kata Kasim Assawala di Hila, Minggu (9/72017).

Dia menilai camat Leihitu sengaja mengusulkan Ruslan Tuhulele dengan memakai pendekatan kekeluargaan. Dia juga mengaku jika pengakuan camat Leihitu bahwa pengusulan Tuhulele telah disetujui oleh para kepala soa tidaklah benar.

“Saat digelar rapat negeri dan membahas soal pengangkatan Pjs pada awal Mei lalu, didepan umum Sopaliuw mengatakan kalau Ruslan diusulkan karena sudah ada persetujuan dari kepala soa. Tapi, kepala soa membantah adanya pengakuan tersebut. Itu berarti Sopaliuw menipu warga,”tandasnya.

Warga lainnya, Syamsudin Arif mengatakan jika memang ada usulan dari kepala soa agar Ruslan diproses menjadi Pjs, maka harus melalui kesepakatan empat kepala soa di Hila.

“Di Hila ada empat kepala soa yakni Soa Tomuatotohatu, Soa Nusatapi, Soa Malakone dan soa Upuatelu. Kalau hanya satu kepala soa yang mengiyakan Ruslan untuk diproses menjadi Pjs maka itu tidak benar. Paling tidak, ada kesepakatan dulu oleh empat kepala soa ini,”terangnya.

Dia pun juga menyesalkan tindakan camat Leihitu yang telah menyebarkan undangan ke masyarakat untuk menghadiri acara pelantikan Ruslan Tuhulele sebagai Pjs Hila.

“Saya tidak keberatan jika memang Ruslan diangkat menjadi Pjs. Tetapi, harus sesuai prosedur dan jangan melakukan pembohongan publik di masyarakat,”ujarnya. (SML)

Click to comment

BERITA POPULER

To Top