OLAHRAGA

FPTI Maluku Kirim 3 Atlet Berlaga di Kejurnas Panjat Tebing

AMBON,SERAMBIMALUKU.com-Setelah 15 tahun vakum mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panjat Tebing, tahun ini Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Maluku mengirim atlet panjat tebingnya untuk berkompetisi di Kejurnas Panjat Tebing yang akan digelar di Stadion Mandala Krida Yogyakarta pada tanggal 20 hingga 25 November 2017.

Terakhir, Maluku pernah mengikuti Kejurnas pada tahun 2002 di Makassar, Sulawesi Selatan.

“Setelah 15 tahun tidak berlaga di level kejuaraan nasional, tahun ini kami mengirim tiga atlet panjat tebing untuk bertanding di Kejurnas 2017 yang akan dilaksanakan di Yogyakarta,” kata Ketua Umum FPTI Maluku, M. Azis Tunny kepada pers usai melepas keberangkatan para atlet di Bandara Pattimura Ambon, Minggu (19/11).

Azis mengatakan, pada Kejurnas 2017, FPTI Maluku mengirim tiga atlet terbaiknya yang akan mewakili Provinsi Maluku yakni Rizki Rizal Tuhulele, Fauzan H. Tuanaya, dan Sutrisno Solaiman. Pada Kejurnas 2017 kali ini, Maluku akan bersaing memperebutkan posisi terbaik melawan 28 provinsi lainnya.

“Mereka bertiga sebelumnya telah mengikuti program Pelatda selama tiga pekan di Ambon bersama 12 atlet panjat tebing lainnya. Keputusan untuk memberangkatkan ketiga atlet ini berdasarkan hasil evaluasi dan penilaian para pelatih yang telah melatih mereka selama mengikuti program Pelatda,” katanya.

Menurut Azis, para atlet daerah ini merupakan hasil seleksi dari Kejuaraan Provinsi Panjat Tebing Maluku tahun 2017 yang baru dilaksanakan pada medio Oktober lalu di Ambon.

Dijelaskannya, setelah FPTI Maluku dibentuk kembali pada 21 November 2015 pasca dibekukan oleh FPTI Pusat, pihaknya secara bertahap melakukan konsolidasi dan pembenahan organisasi. Sampai saat ini sudah terbentuk enam Pengurus Cabang (Pengcab) FPTI di Maluku masing-masing di Kota Ambon, Maluku Tengah, Seram Bagian Timur, Seram Bagian Barat, Buru dan Kota Tual.

“Target kami tahun depan sedikitnya ada penambahan tiga Pengcab lagi di Maluku. Setelah itu baru kami akan lebih fokus pada pembinaan dan prestasi atlet, termasuk menyediakan sarana dan prasarana olahraga panjat tebing di daerah untuk menunjang program pembinaan dan pelatihan,” ungkapnya.

Meskipun baru dua tahun terakhir melakukan konsolidasi dan pembenahan organisasi, namun Azis optimis atlet-atlet Maluku yang berlaga saat ini di Kejurnas 2017 punya kemampuan yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

“Saya optimis, mereka bisa bersaing melawan atlet-atlet daerah lain. Dari program Pelatda yang mereka ikuti usai Kejuaraan Provinsi Maluku, ketiga atlet ini mengalami progres yang cukup luar biasa, mulai dari kekuatan fisik, ketahanan, teknik, hingga speed (kecepatan). Karena itu saya percaya mereka bisa berikan yang terbaik buat Maluku,” tandasnya.

Dirinya juga berharap, dengan potensi dan bakat para atlet yang dimiliki Provinsi Maluku, serta melalui pembinaan dan pelatihan yang terprogram, cabang olahraga panjat tebing dapat ikut serta di level kompetisi lebih tinggi lagi yakni Pekan Olahraga Nasional (PON) yang akan digelar tahun 2020 di Papua.

“Cabang olahraga panjat tebing punya potensi untuk menyumbangkan medali buat daerah Maluku saat PON nanti, tinggal bagaimana KONI Maluku dapat memberikan perhatian yang serius juga buat olahraga ini,” ujarnya.

Sementara itu, Manager Tim Maluku, Alwi Ode mengemukakan, ketiga atlet panjat tebing Maluku yang akan berlaga di Kejurnas 2017 masing-masing akan bertanding di dua kategori lomba. Fauzan dan Sutrisno akan berlaga di kategori Lead dan Boulder perorangan, sedangkan Rizki akan bertanding di kategori Speed Track dan Boulder perorangan.

“Target kami tidak muluk-muluk, tapi dari kemampuan dan optimisme yang kuat dari para atlet serta hasil latihan yang mereka jalani selama di Pelatda, saya yakin mereka bisa berikan yang terbaik buat Maluku,” kata Alwi yang juga Ketua Harian Pengprov FPTI Maluku. (SMJ).

Click to comment

BERITA POPULER

To Top