German Institut Of Resources Management Bakal Hadir di Maluku

AMBON-Kabar Gembira bagi seluruh masyarakat di Maluku, dalam waktu tidak lama lagi sebuah lembaga yang bergerak di bidang pengembangan sumber daya manusia (SDM) akan segera hadir di daerah ini.

Lembaga itu adalah German Institut of Human Resouces Management (GI-HRM). Adapun visi dari lembaga ini adalah pengembangan SDM Maluku melalui pendidikan bahasa jerman, bahasa Inggris serta siap memberikan pengembangan kapasitas melalui seminar, training dan motivasi kerja untuk meningkatkan disiplin, loyalitas dan integritas.

“Kami juga siap memberikan mediasi, komunikasi, spirituality pembangunan mental, moral dan etika (reformasi diri, jiwa dan fikiran). Dan kami siap bekerjasama dengan lembaga-lembaga pemerintah, Perguruan Tinggi dan perusahan di daerah ini,”kata Ceo dan Founder GI-HRM, Djafar Rifamole saat bertandang ke redaksi Kabar Timur tadi malam.

Djafar sendiri memilih membuka lembaga tersebut di Maluku setelah mendapat supor dari sejumlah rekannya selama ini. Djafar menyebut sejak tahun 2010 dia telah aktif dalam bidang pengembangan SDM di Indoensia, dimana dirinya telah memberikan training, seminar counseling dan rekrutmen bagi sejumlah perusahan, privat, juga untuk lembaga-lembaga pemerintah dan perguruan tinggi.

Sebelumnya Djafar pernah berdomisili di Inggris selama tiga tahun dan setelah itu dia memutuskan pindah ke Jerman dan bermukim di Negara tersebut selama 38 tahun. Selama di Jerman warga Kabauw, Kecamatan Pulau Haruku ini sempat bekerja di perusahan yang bergerak di bidang telekomunikasi di Negara tersebut.

“Selain itu pernah saya juga pernah menjadi pengusaha model, conceptor bagi semua pemancar TV di Jerman, sebagai supervisior bagi berbagai perusahan serta sebagai personal spirituality trainer,”ungkapnya.

Djafar bercerita, dia meningalkan kampung halamannya dan memilih merantau ke Jakarta sejak usia muda tepatnya saat dia menamatkan studi di SMP Negeri Pelauw. Di Jakarta dia membuka sebuah lembaga bahasa Ingris bebrnama Britsh English Course.

Djafar sendiri mampu mengusai bahasa ingris dengan fasih melalui buku-buku bekas dan belajar secara Autodidak. Keberhasilannya di Jakarta itulah yang membuat dia memutuskan untuk merantau keluar negeri dengan biaya sendiri.

“Negara Jerman juga memberikan kesempatan kepada saya untuk bisa mengikuti pendidikan di Negara tersebut,”ujarnya.

Atas pengalamannya selama di Jerman itu, dia lalu memutuskan untuk kembali ke Indonesia meski harus rela meninggalkan pekerjaannya di Negara tersebut. Dia mengaku harus kemabli ke indinesia karena ingin k membaktikan ilmu dan pengalamannya di tanah air.

“Bagi para sahabat yang ingin berbagi pengalaman dengan saya bisa join di imel herman.institut@yahoo.com, selain focus di Jakarta saya juga focus di kota-kota lainnya,”katanya. (SMJ)

To Top