MALUKU

Gubernur Ingatkan Tenaga Pendidik Kuasai Teknologi Informasi

Gubernur Maluku, Said Assagaff bersama Rektor IAIN Ambon, Dr Hasbollah Toisuta saat membuka Kegiatan Expo Bioma 17, Program Studi Biologi Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) IAIN Imam Rijali Ambon, Jumat (3/11/2017).

AMBON,SERAMBIMALUKU.com – Gubernur Maluku Said Assagaff mengingatkan para tenaga pendidik di daerah ini, untuk memiliki kemampuan penguasaan Information dan teknologi.

Pernyataan tersebut disampaikan Assagaff saat membuka Kegiatan Expo Bioma 17, Program Studi Biologi Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) IAIN Imam Rijali Ambon, Jumat (3/11/2017).

Dia katakan, para anak didik yang merupakan kaum muda, merupakan sebagai segmen terbesar yang berjumlah sekitar 60% dari total jumlah penduduk di negera ini, dengan posisi dan peran sangat strategis dalam menentukan masa depan peradaban bangsa dan daerah ini.

“Untuk itu, upaya meningkatkan mutu pendidikan merupakan sebuah keniscayaan, karena pendidikan merupakan instrumen budaya yang punya pengaruh dan peran paling utama dalam menentukan kualitas atau kompetensi generasi muda kita, baik itu menyangkut hard competency maupun soft competency,” tandas Assagaff.

Terlebih, lanjut Assagaff, melihat kenyataan bahwa mereka sebagai Generasi Millenial atau generasi yang lahir sekitar tahun 1980-an – 2000-an,adalah generasi yang tidak bisa lepas teknologi, terutama internet dan entertainment (hiburan), bahkan kini sudah tumbuh menjadi kebutuhan pokok mereka.

“Maka tak mengherankan dalam proses pembelajaran para guru dan dosen dituntut untuk memiliki kemampuan penguasaan Information and CommunicationTechnology yang baik, untuk mengimbangi penguasaan teknologi oleh generasi milenial tadi,” ujarnya.

Menurut Assagaff, media internet sudah sangat familiar untuk mahasiswa dan siswa, bahkan anak-anak SD pun sudah bisa bermain internet.

“Tidak mengherankan anak-anak usia SMP dan SMA sudah sangat akrab dengan e-mail, dan account sosial media seperti facebook, twitter, instagram, blog dan lain sebagainya,” tutur Assagaff.

Tetapi pada sisi yang lain, dia katakan,dampak negatif yang terjadi terhadap generasi millenial ini pun sangat kompleks.

“Antara lain, tumbuhnya mentalitas instant, contohnya, jika membaca buku jarang yang tuntas, karena membaca pada bagian yang ingin diketahui saja, sehingga pemahamannya terhadap satu buku tidak utuh. Begitu juga, banyak terjadi plagiasi saat membuat artikel, makalah, jumal, dan skripsi, bahkan tak sedikit karya akademik setingkat tesis dan disertasi pun tak luput dari hasil plagiasi,” paparnya. (SMN)

Click to comment

BERITA POPULER

To Top