MALUKU

Keluarga Setnov Berburu Lahan di Tanimbar, Untuk Kepentingan Apa?

ilustrasi

AMBON,SERAMBIMALUKU.com-Keberadaan blog gas Masela di wilayah Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) menarik warga luar Maluku rame-rame mencari lahan di wilayah tersebut untuk kepentingan bisnis dan sebagainya.

Banyak warga luar Maluku yang umumnya para pengusaha ini mulai gencar mencari lahan di sejumlah wilayah di kabupaten tersebut setelah pemerintah menetapkan pengelolaan blog gas masela dikelola secara onshort atau di darat.

Yang menarik dari banyak warga luar Maluku yang ikut berburu lahan di wilayah MTB, salah satunya adalah kerabat dekat mantan Ketua Umum Partai Golkar, Sertya Novanto.

Adalah Setyo Lelono, kakak Mantan Ketum Partai Golkar itu. Dia dikabarkan telah membeli tanah seluas 100 hektar di Desa Wemratian, Kecamatan Tanimbar Selatan.

“Disini sudah beredar luas kalau keluarga Setya Novanto sudah memiliki lahan seluas 100 hektar. Katanya sudah dibeli dari warga,”kata Stevanus Oratmangun kepada Serambi Maluku via telepon selulernya, Sabtu (13/1/2018).

Menurut dia beredar kabar kalau lahan tersebut sengaja dibeli untuk kepentingan bisnis keluarga Setnov. Dia mengaku kalau lahan itu rencananya akan dibangun pabrik dan tempat usaha, namun dia tidak menjelaskan secara detail pabrik apa yang akan dibangun.

“Katanya sih mau bangun pabrik tapi tidak tahu pabrik apa, ada juga yang bilang mau bangun tempat usaha,”akunya.

Mantan Anggota DPRD MTB Josef Fenanlampir mengatakan pembelian lahan seluas 100 jhektar itu dibeli oleh Andre anak Setyo Lelono.Namun dia mengaku Pemda Kabupaten MTB menolak pembelian tanah warga tersebut.

“Setyo lelono punya anak nama Andre itu yang beli. Tapi Bupati tidak mau lahan warga dibeli mati. Harusnya kontrak saja,” kata Josef.

Sejak pemerintah menetapkan pengelolaan blok migas Masela secara on short, banyak warga luar Maluku langsung mengincar tanah warga di wilayah tersebut. Mereka membeli tanah-tanah warga itu dengan harga murah tak lain untuk kepentingan bisnis jangka panjang.

Menurut Ketua Lembaga Peduli Masyarakat Pesisir (LPM) Maluku, Muhamad Ruslan penguasaan terhadap lahan warga secara massif dalam satu wilayah tentu akan berdampak terhadap kehidupan social masyarakat tersebut.

Menurutnya jika pemerintah daerah tidak mengatasi masalah tersebut, bukan tidak mungkin kedepan akan muncul masalah sosial baru di tengah-tengah masyarakat yang lebih besar. Karena itu menurut dia intervensi pemerintah daerah sangat penting untuk menjaga hak ulayat masyarakat di wilayah tersebut.

“Apalagi kalau banyak lahan warga yang terbeli, ini akan berdampak buruk di masa mendatang,”katanya.

Dia mengatakan, saat ini masalah lahan menjadi masalah yang sangat serius di masyarakat, sehingga untuk mengatasi berbagai dampak buruk yang terjadi di masa mendatang, sebaiknya kata dia pemerintah daerah harus dapat menjaga tanah-tanah masyarakat di wilayah tersebut.

“Jadi ornag luar tidak harus seenaknya membeli tanah-tanah masyarakat begiti saja,”sebutnya.

Senada dengan Ruslan, Kabag Litbang dan Hubungan Kerjasama Pembangunan Daerah Bappeda Provinsi Maluku Djalaludin Salampessy pun mengingatkan Pemda setempat.

Dia mengatakan, jika tak terkontrol satu saat ini bakal jadi bumerang bagi Pemda. Lahan yang dijual secara bebas, akan jadi batu sandungan ketika lahan-lahan tersebut dibutuhkan.

Perencanaan pembangunan yang dilakukan oleh Pemda Provinsi Maluku maupun Kabupaten MTB bisa saja terhalang, ketika lahan-lahan ini telah jatuh ke pihak lain. Dia menjelaskan, lahan kerap menjadi faktor utama terhambatnya proses investasi maupun perencanaan pembangunan.

Lahan diklaim oleh pemiliknya, dengan alasan kepentingan pribadi yang tidak jelas. “Padahal untuk kepentingan pembangunan di daerah, urusannya jadi berbelit-belit. Kita kalah waktu, padahal sangat dibutuhkan segera,” kata Salampessy dihubungi di kantornya. (SME)

Click to comment

BERITA POPULER

To Top