KRIMINAL

Korban Minta Ampun Saat Sang Ayah Kembali Paksa Putrinya Berhubungan Badan

ilustrasi

MASOHI,SERAMBIMALUKU.com- Hanya berselang beberapa jam setelah memerkosa putri kandungnya sendiri, YM warga Desa Yesluru, Kecamatan TNS, Kabupaten Maluku Tengah kembali mengajak putrinya untuk berhubungan badan.

Pelaku meminta putrinya untuk kembali melayani hawa nafsunya disaat darah dagingnya itu sedang meringik kesakitan usai diperkosa oleh pelaku yang tak lain adalah bapaknya sendiri. Saat itu korban yang tidak berdaya langsung meminta ampun dari ayahnya tersebut.

“Korban saat itu bermohon sampai meminta ampun dari bapaknya itu,”kata Kasat Reskrim Polres Maluku Tengah AKP Uspril W. L. Futwembun kepada waratwan, Jumat (27/10/2017).

Aksi pemerkosaan yang dilakukan YM terhadap putri kandungnya ini terjadi di rumahnya pada 15 Oktober 2017 dua pekan lalu. Menurut Futwembun korban saat itu juga sempat bermohon kepada bapaknya karena dia akan menghadapi ulangan sekolah pada keesokan harinya.

“Saat itu korban juga mengatakan kalau dia akan ikut ulangan,”sebutnya.

Mendengar alasan dari putrinya itu, pelaku kemudian membatalkan niatnya untuk kembali memerkosa korban. Namun berselang dua hari kemudian sekira pukul 23.00 WIT, pelaku kembali kerasukan setan. Dia kembali mencoba untuk mengulangi perbuatan bejatnya itu. Beruntung, korban saat itu mengatakan kalau dia mau buang air kecil, sehingga pelaku mengizinkannya.

“Saat itu korban keluar dan bersembunyi di semak-semak tak jauh dari rumahnya,”kayanya.

Karena menunggu terlalu lama, pelaku kemudian keluar mencari putrinya tersebut. Melihat ayahnya keluar dari rumah, saat itulah korban kembali kerumah dan mebungkus pakaiannya kedalam tas, dia lalu membangunkan saudara-saudaranya dan memberitahukan kejadian itu.

“Setelah itu korban bersama saudara-saudaranya langsung kabur ke rumah kakek dan neneknya di desa Waru sambil berjalan kaki sepanjang 4 kilometer,”ujarnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, YM memerkosa putrinya sendiri pada 15 Oktober 2017 lalu. Korban yang saat itu sedang teridur lalu diangkat oleh pelaku ke kamarnya. Dia lalu mencabuli korban sebelum akhirnya memerkosa dara daginya itu sendiri.

Pelaku sendiri saat ini telah mendekam di sel tahanan Polres Pulau Ambon setelah, keluarga korban melaporkan perbuatan bejatnya itu kepada polisi. Atas perbuatannya itu, pelaku di jerat dengan Undang-undang nomor 34 tahun 2014 pasal 82 dan 83 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. (SMH)

Click to comment

BERITA POPULER

To Top