POLITIK

Pemilik KTP Mengadu, ‘HEBAT’ Bisa Tamat

Pasangan Herman Koedoeboen-Abdullah Vanath (HEBAT)

AMBON,SERAMBIMALUKU.com-Masyarakat di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) dan Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) mempertanyakan syarat dukungan pasangan calon perseorangan Herman Koedoeboen-Abdullah Vanath (HEBAT) yang mencantumkan nama dan KTP mereka dalam.

Di Kabupaten SBT, warga yang merasa tidak pernah memberikan dukungan ke pasangan HEBAT rame-rame memprotes tim HEBAT di sosial media. Mereka mempertanyakan mengapa nama dan kartu identitas mereka bisa ada dalam syarat dukungan untuk pasangan HEBAT.

Sementara di Kabupaten SBB, khususnya di Kecamatan Huamual, warga yang merasa tidak pernah memberikan dukungan KTP kepada pasangan HEBAT namun identitasnya ada dalam syarat dukungan rame-rame mengadu ke kantor polisi.

Mereka melaporkan tim HEBAT ke polisi karena tidak pernah memberikan dukungan ke pasangan HEBAT namun anehnya KTP mereka ada dalam syarat dukungan yang dimasukan ke KPU saat mendaftar.

Dugaan kecurangan itu diketahui setelah petugas PPS mendatangi warga yang nama-namanya tercantum dalam syarat dukungan pasangan HEBAT untuk proses verifikasi faktual.

Pasangan HEBAT sebelumnya telah mengikuti verifikasi administrasi di KPU Maluku sejak tangal 26-30 Desember 2017 lalu. Dari sebanyak 145.771 dukungan yang dimasukan ke KPU, ternyata hanya 122.734 dan sisanya bermasalah.

Jumlah 122.734 dukungan itu tidak memenuhi syarat minimal untuk pasangan perseorangan di Pilgub Maluku yakni sebanyak 122.895 dukungan.Meski begitu, KPU tetap membuka ruang bagi pasangan HEBAT untuk memenuhi jumlah syarat dukungan yang masih kurang, sambil melanjutkan verifikasi faktual di lapangan.

“Jika verifikasi administrasi saja syarat dukungan pasnagan HEBAT sudah seperti itu bagaimana lagi dengan hasil verifikasi faktual nanti, bisa tamat pasangan HEBAT,”kata Ibrahim Fakaubun salah seorang warga saat dimintai tanggapannya, Selasa (2/1/2018).

Dia mengatakan, pasangan HEBAT bisa saja lolos dengan syarat jika dukungan yang diberikan masyarakat tidaklah bermasalah atau dimanipulasi, namun melihat fakta yang terjadi saat ini dia mengaku HEBAT akan sulit untuk lolos sebagai peserta dalam Pilgub Maluku.

“Bisa lolos kalau syarat dukungannya tidak bermasalah tapi saya kira peluangnya sangat kecil sebab jumlah syarat dukungan yang dimasukan sudah tidak memenuhi persyaratan belum lagi kalau verifikasi faktual bermasalah lagi,”katanya.

Selain di dua kabupaten tersebut, kasus yang sama juga terjadi di Kabupaten Buru, malahan ada seornag PNS yang memprotes karena kartu identitasnya masuk dalam syarat dukungan untuk pasnagan HEBAT.

Ketua KPU Maluku, Syamsul Rivan Kubangun sendiri telah mengintruksikan seluruh jajarannya hingga ke tingkat PPS agar dapat menjalankan tugas secara jujur dan profesional. Dia juga meminta para petugas agar dapat mendatangi maysarakat yang telah memberikan dukungannya dengan baik dan jika tidak bertemu agar dikoordinasikan dengan tim penghubung di desa dan kelurahan.

“Jangan coba-coba ada yang bermain tidak jujur dan tidak professional serta melanggar azas-azas penyelenggaraan pemilu,”tegasnya.

Verifikasi faktual sendiri telah dimulai sejak tanggal 1 Januari 2018 dan akan berakhir pada tanggal 5 Januari mendatang. Rencananya hasil verifikasi faktual itu akan mulai direkapitulasi selama dua hari.

Adapun jika ditemukan dokumen dukungan yang bermasalah, maka tim HEBAT harus memasukan dukungan perbaikan dua kali lipat dari dukungan yang bermasalah tersebut. (SMH)

Click to comment

BERITA POPULER

To Top