POLITIK

Pengamat Bandingkan Rivalitas Golkar-PDIP di Maluku Seperti Laga El Clasico

Lambang PDIP-Golkar

AMBON,SERAMBIMALUKU.com-Pengamat politik dari Universitas Pattimura Ambon, Said Lestaluhu berpendapat rivalitas antara Partai Golkar dan PDI-Perjuangan di Maluku dalam setiap momentum politik selalu menjadi perhatian publik.

Khusus untuk Pilgub Maluku 2018 dia menilai persaingan antara Golkar dan PDI-P bakal kembali seru jika kedua partai besar itu saling berhadap-hadapan. Dia menganggap rivalitas antara Golkar dan PDI-P seperti rivalitas klub Real Madrid dan Barcelona.

Saat ini Partai Golkar telah memberikan rekomendasinya kepada calon petahana Said Assagaff, disisi lain Irjen Murad Ismail berpeluang mendapatkan restu dari Partai Wong Cilik untuk maju di Pilgub Maluku. Jika pada akhirnya PDI-P memberikan rekomendasi kepada Murad dan keduanya berhadapan di Pilgub nanti maka menurut dia Pilgub akan semakin seru.

“Kita tahu sendiri jika kedua club spanyol (Real-Bacelona) itu bertemu, pasti semua mata akan tertuju, sebab mereka merupakan rival abadi. Begitu juga dengan PDI-P dan Golkar. Akan sangat menarik jika pak Murad bisa mengantongi rekomendasi PDIP,” Jelas Lestaluhu.

Dia sendiri memprediski jika Irjen Murad Ismail memiliki kans yang lebih besar untuk mendapatkan rekomendasi PDI-P. Pasalnya akan sangat sulit bagi PDI-P untuk memberikan rekomendasi kepada calon yang adalah seorang Ketua DPD Partai Golkar.

“Kita lihat petahana merupakan Ketua DPD partai Golkar Maluku, dan PDI-Perjuangan saya kira sangat sulit jika harus mengusung kader Golkar, apalagi petahana sudah direkomendasikan partanya secara paket,”ujarnya.

Dia juga menilai belum dikeluarkannya rekomendasi PDI-P untuk Pilgub Maluku merupakan strategi partai besutan Megawati Soekarno Puteri itu, untuk menunggu siapa kandidat bakal calon (balon) Gubernur yang akan menggandeng kadernya secara resmi.

“Partai tidak semudah itu untuk menetapkan arah rekomendasi. Mereka harus melihat dulu siapa kandidat yang memiliki jaminan,”Jelas Lestaluhu.

Dia menilai, didalam politik semua partai akan mengharapkan balasan dari yang diberikan. Dan itu merupakan instrumen politik yang telah mendarah daging dalam sejarah politik di indonesia. “Untuk dapat diusung oleh PDI-Perjuangan, tidak bisa datang dengan cek kosong. Melainkan, harus melakukan sesuatu yang besar, apalagi kepada partai sekelas PDI-P,” paparnya. (SME)

Click to comment

BERITA POPULER

To Top