KRIMINAL

Perkosa Anak Kandung, Warga Tanah Tinggi Terancam 20 Tahun Bui

Kasat Reskrim Polres Pulau Ambon, AKP Teddy

AMBON,SERAMBIMALUKU.com-BP, warga kawasan Tanah Tinggi, Kecamatan Sirimau Ambon yang tega memerkosa putri kandungnya sendiri harus rela menghirup udara pengap di balik jeruji besi Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease.

Pria tua Bangka brusia 49 tahun ini kini telah ditetapkan sebagai tersangka setelah polisi melakukan gelar perkara atas kasus tersebut pada Selasa (24/10/2017).

Pria bejat ini pun terancam 20 tahun penjara setelah penyidik menjeratnya dengan pasal berlapis yakni dengan Pasal 81, 82 Undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dan pasal 287, dan 64 KUHPidana.

“Atas perbuatannya itu, pelaku terancam hukuman 20 tahun penjara,”kata Kasat Reskrim Polres Pulau Ambon kepada waratwan, Selasa sore.

Teddy menjelaskan Pasal 82 sengaja dipasang untuk menjerat pelaku, karena dalam hasil pemeriksaan, ternyata pelaku sudah lebih dari sekali mencabuli korban sebelum akhirnya dia memerkosa putrinya itu sendiri.

“Jadi pasal itu kita pasang karena perbuatan pelaku ini bukan baru sekali tapi sudah berulang kali,”katanya.

Teddy menjelaskan, meski pelaku tidak mengakui perbuatan bejatnya itu, namun penyidik telah memiliki lebih dari dua alat bukti untuk menetapkannya sebagai tersangka. Alat bukti yang dimaksudkan Teddy adalah pengakuan korban dan juga keterangan dari delapan saksi lainnya.

Selain itu polisi juga memiliki alat bukti lain berupa hasil visum dokter dan keterangan saksi mahkota yang tak lain adalah kakak kandung serta tante korban.

“Kita punya lebih dari dua alat bukti, jadi selain pengakuan korban, keterangan dari tante (mama tua) dan kakak korban ditambah alat bukti lainnya sudah cukup untuk menetapkan pelaku sebagai tersangka,”terangnya.

Pelaku tega memerkosa dara dagingnya itu sendiri dan membuangnya dengan becak di depan Kantor BCA Unit Mardika pada Selasa pekan lalu. Aksi pemerkosaan itu menyebabkan korban mengalami pendarahan hebat karena bagian fitalnya mengalami luka robek.

Korban sendiri harus dilarikan ke rumah sakit GPM untuk menjalani perawatan medis karena kondisnya yang sangat menggenaskan saat itu. Dari hasil visum dokter, terungkap jika bagian alat vital korban mengalami kerusakan dan robek hingga menimbulkan pendarahan hebat.

Pelaku memerkosa putrinya itu di sebuah kamar kontrakan di kawasan Tanah Tinggi, setelah itu dia lalu membawa korban dengan becak dan membuangnya di depan kantor BCA unit Mardika. Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, pelaku sempat mencabuli korban dirumahnya terlebih dahulu sebelum memerkosanya.

Usai memerkosa korban dan membuangnya, pelaku lalu berakting sambil mengamuk setelah dia diberitahukan kalau anaknya sedang diperkosa. Aski itu nyatanya hanya sandiwara untuk mengelabui polisi bahwa dia bukan pelakunya. Buktinya pelaku juga datang ke kantor polisi dan melaporkan sendiri kasus tersebut untuk diproses hukum. (SMG)

Click to comment

BERITA POPULER

To Top