POLITIK

Pilihan Sulit Sang Petahana, Antara Huwae Atau Rentanubun

Gubernur Maluku, Said Assagaff

AMBON,SERAMBIMALUKU.com-Calon gubernur petahana, Said Assagaff hingga kini belum juga menentukan siapa figure yang bakal dijadikan sebagai pendampingnya di Pilgub Maluku 2018 mendatang.

Sejauh ini hanya tersisa dua nama yakni Bupati Maluku Tenggara, Anderias Rentanubun dan Ketua DPRD Maluku, Edwin Adrian Huwae yang bakal dipilih oleh sang petahana. Said Assagaff sendiri harus diperhadapkan dengan pilihan sulit, sebab mengambil salah satu diantara keduanya akan memiliki konsekwensi politik.

Andai Said memilih Rentanubun, maka sudah dapat dipastikan gerbong PDI-Perjuangan di Maluku akan berdiri di barisan depan untuk melawan. Begitupun sebaliknya, andai Said memilih Huwae dan membuang Rentanubun maka dapat dipastikan basis loyal Andre di Maluku Tenggara pasti akan memilih jalan bersebrangan.

Partai Golkar sendiri jauh hari telah mengeluarkan rekomendasi untuk pasangan Said Assagaff-Anderias Rentanubun. Informasi terakhir, Andre juga telah mendapatkan rekomendasi dari Partai Demokrat untuk maju di Pilgub Maluku sebagai calon wakil gubernur.

Meski begitu, Said belum juga melunak untuk memilih Andre. Dia masih terus menunggu arah rekomendasi PDI-P sebelum akhirnya menjatuhkan putusan siapa diantara keduanya yang akan dipilih untuk mendampinginya.

Lalu apa pentingnya PDI-P dimata sang petahana?, alasannya klasiknya tentu PDI-P memiliki basis masa tradisional di Maluku. PDI-P juga menjadi partai pemenang di Maluku dengan menyumbang 7 kursi di DPRD Maluku. Jika PDI-P masuk dalam gerbong petahana, tentu itu akan menjadi modal politik yang luar biasa bagi Said Assagaff.

Tak berlebihan, Said secara tegas membeberkan jika dia mendapatkan rekomendasi PDI-P, maka sudah dapat dipastikan yang bakal mendampinginya adalah Huwae.

“Penentuanya ada di PDI-Perjuangan, tentang dua nama ini. Kalau PDI-Perjuangan tidak memberikan rekomendasinya kepada saya, otomatis saya ambil Rentanubun. Tapi kalau PDI-Perjuangan menuju ke saya, berarti Anderias terlepas,”terang Said kepada waratwan, Jumat (25/11/2017).

Dia mengaku, soal siapa yang akan dipilih nanti untuk menjadi pendamping telah dikomunikasikannya dengan Andre maupun Huwae. Saat ini dia mengaku hanya tinggal menunggu saja arah rekomendasi PDI-P.

“Masalah ini sudah kami bahas, dan tidak ada masalah, sebab sudah disepakati oleh mereka berdua juga. Untuk itu kita tunggu saja keputusanya di PDIP nanti,”ujarnya.

Saat disinggung terkait rekomendasi Partai Golkar yang telah menetapkan dirinya dengan Andre, Said mengaku keputusan itu bisa saja dibatalkan jika PDI-P memberikan rekomendasi kepadanya sebagai calon gubernur.

“Politik itu, harus profesional. Dan harus terima. Saya sudah tanyakan ini kepada mereka berdua, jadi siapa yang tidak direkomendasikan juga harus terima,” terangnya. (SME)

Click to comment

BERITA POPULER

To Top