KRIMINAL

Pria Ini Diadukan ke Polda Maluku Gara-gara Hina Presiden di Facebook

Pengurus DPC PDI-Perjuangan Kota Ambon mengadukan seornag pengguna facebook bernama Hamid Fakaubun ke Polda Maluku, Rabu (7/2/2018)

AMBON,SERAMBIMALUKU.com-Berhati-hatilah menyampaikan kritik atau gagasan melalui  facebook, karena konsekwensinya bisa di adukan ke polisi jika status maupun komentar yang diposting mengandung unsur penghinaan atau menyerang pribadi orang lain.

Seperti yang dialami oleh seorang warga di Kota Ambon bernama Hamid Fakaubun ini. Gara-gara postingannya yang dinilai menghina Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum PDI-Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Hamid diadukan ke Polda Maluku, pada Rabu (7/2/2018).

Hamid diadukan ke Polda Maluku oleh sejumlah pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI-Perjuangan Kota Ambon lantaran memposting meme Megawati  sedang menggendong Jokowi yang digambarkan seperti seorang bayi. Di meme itu, Hamid juga menulis kata-kata menghina Kepala Negara dan Megawati.

Meme tersebut diunggah Hamid di kolom komentar akun Facebook bernama Pablo Rafra pada 8 Januari 2018. Postingan meme tersebut kemudian menjadi perdebatan panjang para pengguna Facebook. Saat ini, semua komentar dan meme tersebut telah dihapus.

“Postingan gambar Ibu Ketua Umum DPP PDI Perjuangan dan Presiden Joko Widodo kami merasa telah terjadi pelecehan dan pencemaran nama baik,” kata Wakil Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI-Perjuangan, Dani Lawalata, didampingi sejumlah pengurus DPC PDI-P lainnya setelah melaporkan kasus itu ke Kantor Polda Maluku, Rabu (7/2/2018).

Dani mengaku, postingan tersebut sangat merendahkan Kepala Negara dan PDI-P sehingga pihaknya terpaksa mengambil langkah tegas dengan melaporkan kasus itu ke polisi agar yang bersangkutan dapat diproses secara hukum.

“Oleh sebab itu, kami secara kelembagaan dari DPC PDI-P Kota Ambon mengambil langkah untuk membuat laporan tertulis kepada Kapolda untuk bisa diambil langkah-langkah hukum,” ujarnya.

Saat melaporkan ke Polda Maluku itu, pengurus DPC PDI-P Kota Ambon ini juga membawa surat pengaduan dan barang bukti meme Presiden Jokowi dan Megawati yang telah di-print out.

“Kami berharap agar laporan kami ini dapats egera ditindaklanjuti oleh pihak berwajib agar yang bersangkutan dapat mempertanggungjawab perbuatannya itu,” harapnya.

Senada dengan Dani, kader DPC PDI-P Kota Ambon lainnya, Lenda Sapulette, menilai postingan Hamid di Facebook tersebut merupakan sebuah bentuk penghinaan tidak hanya kepada PDI-P namun juga terhadap simbol negara.

“Kami minta kasus ini segera ditindaklanjuti,” pintanya. (SMJ)

Click to comment

BERITA POPULER

To Top