MALUKU

Selain Polres, Tim Hukum ‘Mas Bro’ Juga Lapor Relawan ‘SANTUN’ ke Polda Maluku

Tim hukum pasangan Murad Ismail-Barnabas Orno (Mas Bro) bersama Ketua Jaringan Muda Murad Ismail (JAMMI) melaporkan slaah satu relawan Santun ke Polda Maluku, Jumat (29/12/2017)

AMBON,SERAMBIMALUKU.com-Selain ke Polres Pulau Ambon, Tim Hukum pasangan calon gubernur dan wakil gubenrur Murad Ismail-Barnabas Orno (Mas Bro) bersama Ketua Tim Relawan Jaringan Muda Murad Ismail (JAMMI) juga melaporkan Lipren’t Ode Fiila salah satu relawan Said Assagaff-Anderias Rentanubun (SANTUN) ke Polda Maluku.

Tim Hukum pasangan Mas Bro, Abdul Haji Talaohu dan Ketua JAMMI, Arista Djunaidi melaporkan Lipren’t ke SPKT Polda Maluku pada Jumat (29/12/2017) petang. Sebelumnya pada Kamis kemarin, keduanya juga mendatangi Polres Pulau Ambon.

Keduanya datang melaporkan kasus itu sambil membawa sejumlah bukti ciutan Lipren’t di acun facebooknya terkait dugaan penghinaan dan pencemaran nama baik Murad Ismail dan juga tim relawannya. Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor laporan LP-B/XII/2017/MALUKU/SPKT/Polda Maluku.

“Karena ini terkait tindak pidana khusus, maka kami juga datang melaporkan ke Polda Maluku. Kemarin juga sudah kami laporkan di Polres,” kata Talaohu seusai melaporkan kasus tersebut.

Talaohu menjelaskan, postingan yang diunggah Fiila di akun Facebook-nya tertanggal 25 Desember 2017 tidak hanya mencemarkan nama baik Murad dan tim relawannya, tetapi juga telah mengarah pada upaya pembunuhan karakter.

Menurut Talaohu perbuatan Fiila telah masuk dalam ranah pidana sebagaimana yang diatur dalam Undang-undnag Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“Bagi kami di tim hukum rangkaian kata-kata beserta foto yang diunggah di akun Facebooknya itu mengarah pada unsur pencemaran nama baik, termasuk pembunuhan karakter,” kata Talaohu.

Dia mengatakan, setiap orang punya hak dalam menyampaikan pendapat, tetapi sebaiknya pendapat atau pikiran yang disampaikan tidak harus menghina atau mejatuhkan pribadi ornag lain.

“Berbeda pilihan politik itu biasa tapi kita harus menghargai setiap orang dan jangan sampai menyerang pribadi calon lain,” ungkapnya.

Sementara Kabid Humas Polda Maluku, AKBP Mohamad Rum Ohoirat berjanji akan menindaklanjuti laporan tersebut. Menurutnya setiap laporan yang disampaikan ke polisi akan diterima dan ditindaklanjuti sesuai aturan hukum yang berlaku.

“Karena ini laporan awal di SPKT, nanti akan dilimpahkan ke Krimsus karena ini terkait Undang-undnag ITE. Nanti Krimsus yang akan menindaklanjutinya,” jelasnya (SMN)

Click to comment

BERITA POPULER

To Top