KRIMINAL

Setelah Dihajar Istri, Warga Amaci Dikeroyok Iparnya Sendiri

ilustrasi

AMBON,SERAMBIMALUKU.com- Zulmanul Faris Badaruddin, warga Air Mata Cina, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, babak belur setelah dikeroyok oleh sejumlah saudara iparnya didepan rumah kakaknya di Kawasan Lorong Putri Kecamatan Sirimau.

Pria berusia 28 tahun ini dihakimi iparnya La Sumandi Amsi bersama sejumlah saudaranya pada  Selasa (21/3/2017) malam. Aksi pengeroyokan itu terjadi hanya berselang beberapa saat, setelah korban dihajar istrinya Afiani Amsi.

Paur Subbag Humas Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease Iptu Nikolas F. Anakotta mengatakan, aksi penganiayaan tersebut berawal ketika korban sedang berada di rumah kakaknya, di lokasi kejadian perkara. Saat itu korban sedang duduk ngobrol bersama kakaknya, namun tiba-tiba istrinya datang menemuinya.

“Saat itu korban dan kakaknya sedang duduk didalam rumah. Istrinya lalu datang memanggil korban. Mereka berbicara di luar. Namun tiba-tiba istrinya memukul korban,” kata Anakotta kepada wartawan, Jumat (24/3/2017).

Menurut Anakotta, saat digebuk sang istri, korban tidak membalas dan meminta istrinya untuk membicarakan persoalan rumah tangga secara baik-baik. Korban juga tidak mengetahui persoalan pasti sehingga istrinya nekat menghajarnya.

Mirisnya, tanpa disadari, sejumlah ipar korban ikut mencampuri urusan keluarganya, mereka ikut mendatangi lokasi kejadian dan menghajar korban beramai-ramai. Akibatnya korban mengalami luka robek pada jidat kiri, luka gores dan bengkak di tangan kirinya.

“Sejumlah ipar korban datang dengan menggunakan beberapa kendaraan. Setelah memarkirkan kendaraan, mereka turun dan langsung menganiaya korban secara bersama-sama,”ujarnya.

Usai mengeroyok, kroban, para pelaku termasuk istri korban langsung pergi, sementara korban yang tidak terima dengan kejadian itu langsung mendatangi kantor polisi untuk melaporkan kejadian yang menimpanya itu.

“Korban tidak terima lalu melaporkan para pelaku untuk di proses sesuai dengan hukum yang berlaku. Kasus ini sudah kami tangani dan masih dalam proses penyelidikan,” pungkasnya. (SMN)

Click to comment

BERITA POPULER

To Top