NASIONAL

Soal Pidato Viktor Laiskodat, Ketua Komnas HAM, Kebebasan Itu Ada Batasan

Ketua Komnas, Nur Kholis (tengah) saat memberikan ketrangan kepada waratwan di Ambon, Kamis (10/8/2017)

AMBON,SERAMBIMALUKU.com-Ketua Komnas HAM RI, Nur Kholis menyebut kebebasan berbicara merupakan hak bagi setiap orang untuk menyampaikan pendapatnya, namun kebebasan berbicara punya batasan yang diatur dalam Undang-undang.

Pernyataan tersebut disampaikan Nur Kholis kepaada waratwan di Ambon saat dimintai tanggapannya soal kasus pidato Viktor Laiskodat di hadapan konstituennya di Nusa Tenggara Timur beberapa waktu lalu yang sempat menimbulkan kontroversi.

“Soal kasus pak Viktor, kebebasan berbicara itu adalah hak setiap orang tetapi kebebasan berbicara itu ada batasan yang diatur oleh undang-undang,”kata Nur Kholis, Kamis (10/8/2017).

Dia menjelaskan jika konten pembicaraan menjurus kepada orang lain atau personal maka bisa saja akan menimbulkan komplain.“Orang lain bisa komplain nah itu pembatasannya jadi ingat saja kalau orang lain keberatan tentang omongan seseorang tapi ini menyangkut personal ya,”jelasnya.

Dia mengaku dalam kasus tersebut, Komnas HAM hanya bisa mengawasi. Menurutnya  kalau yang dikrtitik itu lembaga, semisal pemerintah daerah, Komnas HAM atau lembaga lain tidak ada masalah selama krtitik yang disampaikan tidak mengandung fitnah.

“Ya Komnas paling bisa mengawasi karena Komnas Ham juga tidak bisa haling-halangi  kecuali lembaga. Tapi kalau orang per orang kan setiap orang punya hak , kalau orang komplain ya mau bilang apa,”bebernya.

Dia menambahkan sebaiknya masalah tersebut dicari solusinya agar dapat segera diselesaikan, salah satu solusinya kata Nur Kholis adalah koordinasi dan mediasi antara pihak-pihak yang berkepentingan dalam kasus tersebut.

“Yang penting kuncinya itu setiap kasus dapat dilakukan proses koordinasi dan mediasi, kalau para pihak bisa bertemu sih menurut saya bagus,”ujarnya.

Nama politikus Nasdem, Victor Laiskodat, mencuat gara-gara pidatonya di Kupang, Nusa Tenggara Timur yang menuai polemik. Pidato tersebut dinilai mengandung ujaran kebencian dan menyudutkan empat partai politik, yakni Gerindra, Demokrat, PKS, dan PAN.

Berikut isi sebagian pidato Victor Laiskodat berdasarkan potongan video yang tersebar di jejaring sosial:

Kelompok-kelompok ekstremis ini mau bikin satu negara lagi, tak mau di negara NKRI. Domo ganti dengan nama khilafah. Ada sebagian kelompok ini mau bikin negara khilafah. Dan celakanya partai-partai pendukung ada di NTT. Yang dukung khilafah ini ada di NTT itu nomor satu Partai Gerindra, nomor dua itu namanya Demokrat, partai nomor tiga itu PKS, nomor empat itu PAN. situasi nasional ini partai mendukung para kaum intoleran

Catat bae-bae, calon bupati, calon gubernur, calon DPR dari partai tersebut, pilih supaya ganti negara khilafah. Mengerti negara khilafah? Semua wajib solat. Mengerti? Negara khilafah tak boleh ada perbedaan, semua harus solat. Saya tidak provokasi.

Nanti negara hilang, kita bunuh pertama mereka sebelum kita dibunuh. Ingat dulu PKI 1965, mereka tidak berhasil. Kita yang eksekusi mereka. Jangan tolak Perppu Nomor 2 Tahun 2017. (SMJ)

 

Click to comment

BERITA POPULER

To Top