BASTORI

Tunju Jago di Orang Pung Kampong, Kace Tauran Dapa Cincang Mati Tampa

Kace Tauran (40) warga Desa Kamariang, Kecamatan Kairatu tewas setelah dianiaya sejumlah warga Hatusua, Senin (7/8/2017)

AMBON,SERAMBIMALUKU.com-Kace Tauran, mongare dar Nagri Kamariang, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) mati tampa dalam keadaan mabo setelah dapa warmus dar sejumlah pemuda di Nagri Hatusua.

Kace dapa warmus rame-rame tagal dia nekat potong Kapala Pemuda Hatusua Yonas Sowala dan seorang pemuda lain bernama Robi Latumahina (20) di nagri itu pada Minggu (7/8/2017).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Kace mati tampa setelah dia pung batang leher luka parah tagal dapat hantam dar parang. Seng hanya itu, beberapa pemuda lain yang marah juga ikut torana Kace deng kayu dan batu.

“Korban meninggal dunia setelah mengalami luka serius akibat terkena sabetan benda tajam di bagian lehernya serta terkena pukulan benda tumpul,”kata sumber itu, Senin (7/8/2017).

Sumber itu bilang, kajadiang tersebut terjadi waktu Kace ada duduk minom.  Saat itu dia dapa tagor dar Kapala Pemuda, yang juga dia pung calon ipar. Mangkali karena tersinggung, Kace seng ambe bae lalu dia bale ka dia pung calon bini pung rumah di nagri itu par ambe parang.

“Saat itu si Kace ini lalu menghampiri Kepala Dusun dan langsung membacoknya,”ujarnya.

Waktu itu kata sumber tersebut, Robi Latumahina yang dapa lia kajadiang itu sampat mo pi pele, tapi Kace yang su sadap tau tau diri bale hantam Robi deng parang sampe ana pung tangan luka parah.

Masih menurut sumber itu, warga Hatusua yang seng tarima langsung datang cari Kace dan seng pak tunggu lama dong langsung warmus dia tampa ampong. Setelah kajadiang itu petugas Polsek Kairatu, Koramil 1502-08/Kairatu deng Anggota Satgas BKO 726/TML langsung datang ka TKP untuk mengatasi masalah itu.

Kepala Polres SBB, AKBP Agus Setiyono bilang peristiwa itu terjadi tagal minuman keras. Saat ini dia bilang ada barapa orang yang su dapa minta keterangantagal kajadiang itu.

“Beberapa saksi sudah kami periksa. Sementara pelaku pengeroyokan hingga kini masih dalam proses penyelidikan,”kata Agus.

Dia  mangaku sakarang ini situasi su kondusif ulang. Menurut Agus kajadiang itu murni tindak kriminal  antar perorangan dan bukan melibatkan kampong,“Saat ini situasi sudah kondusif. Tidak ada masalah antar kampung. Karena ini persoalan orang per orang,” tutupnya. (SMN)

Click to comment

BERITA POPULER

To Top