MALUKU

Uskup Mandagi: Masyarkat Maluku Sangat Bodoh Jika Berkonflik Karena Pilkada

Uskup Diosis Amboina, PC Mandagi

AMBON,SERAMBIMALUKU.com-Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Maluku 2018 diharapkan tidak dijadikan sebagai ajang untuk saling menyerang antara sesama masyarakat yang memiliki perbedaan dalam pilihan politik.

Perbedaan politik dalam Pilkada juga tidak boleh dijadikan sebagai pemicu konflik di masyarakat, sebab jika hal itu sampai terjadi maka orang Maluku akan sangat bodoh harus termakan hasutan kepentingan politik.

Pernyataan itu disampaikan Uskup Diosis Amboina Mgr Petrus Canisius Mandagi saat diwawancarai sejumlah wartawan di Ambon, Jumat (2/2/2018).

“Betapa bodoh dan bodohnya orang Maluku, kalau hanya karena Pilkada kita berkonflik, semoga tidak akan ada konflik. Silahkan kita memilih sesuai hati Nurani kita, jangan lantaran hasutan kita saling serang,”ungkapnya.

Dia mengaku, masyarakat Maluku jangan mau dihasut dengan pikiran-pikiran yang dapat menjerumuskan daerah ini di dalam peta konflik politik yang bisa berakibat terjadinya kontak fisik dalam Pilkada.

“Semuanya harus ingat pilihan hari ini akan menentukan masa depan Maluku, maka konflik bukan jalan dalam menentukan pilihan, “ujanrya.

Dia mengaku dalam pilkada kali ini ada salah satu figur Katolik yang ikut bertarung yakni Anderias Rentanubun. Karena itu dia mengimbau kepada umat Katolik di Maluku agar tetap menjaga kestabilan jelang Pemilihan Gubernur, dan tidak boleh sampai terpancing dengan isu-isu yang berpotensi konflik.

“Orang Katolik juga ada yang nakal jelang Pilkada, sama seperti yang lainnya, kami sudah menghimbau kepada mereka agar pada saat memilih, pilihlah yang sesuai dengan nurani,” paparnya.

Dia pun berharap, Pilkada kali ini harus dapat menjadi momentum kegembiraan bagi orang Maluku. Sebab dalam momentum itu, akan kembali tercipta pemimpin pemimpin baru Maluku dengan sejuta inspirasinya, dalam membangun daerah ini.

“Ini saatnya orang Maluku kembali menentukan pilihan. Maka, jangan takut dan khawatir dengan semua dinamika yang dimainkan. Harus diketahui, dalam Pilkada rakyatlah pemegang kunci kesuksesan terselenggaranya pesta demokrasi itu, jadi jangan gampang termakan isu, “paparnya. (SMJ)

Click to comment

BERITA POPULER

To Top