EKONOMI

Warga Amalatu Kini Bisa Dapatkan Premium dengan Harga Murah

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Ego Syahrial didampingi pejabat Pertamina saat meresmikan SPBU Mini Dusun Waileiy, Senin kemarin

PIRU,SERAMBIMALUKU.com-Warga di Kecamatan Amalatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) patut berterima kasih kepada pemerintah dan Pertamina, karena kini mereka tidak lagi membeli premium dengan harga yang tinggi.

Warga di Kecamatan itu kini bisa mendapatkan premium dan solar dengan harga murah, setelah pemerintah dan Pertamina memberlakukan Bahan Bakar Minyak (BBM) Satu Harga di wilayah tersebut. Dengan begitu warga tidak lagi membeli premium dengan harga eceran 1 liter Rp 12 ribu namun hanya dengan harga Rp 6.450/liter untuk premium dan solar Rp 5.150/liter untuk solar.

Pemberlakukan BBM Satu Harga ini ditandai dengan peresmian SPBU Mini di Dusun Wailey, Desa Latu, Kecamatan Amalatu oleh Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Ego Syahrial pada Senin kemarin.

Acara peresmian SPBU mini itu juga ikut dihadiri oleh sejumlah pejabat dari Pertamina seperti Senior Vice President Fuel dan Marketing Distribution PT. Pertamina (Persero), Gigih Wahyu Hari Irianto, Kepala BPH Migas M.Fanshurullah Asa, Bupati SBB, M. Yasin Payapo dan Anggota Komisi VII DPR RI Mercy Chriesty Barends.

Menurut Ego Syahrial, sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 36 Tahun 2016 tentang percepatan pemberlakuan BBM Satu Harga tertentu dan jenis BBM khusus telah menjadi penugasan secara nasional.

Dia mengaku atas dasar itulah, pemerintah telah menugaskan pertamina untuk merealisasikan BBM Satu Harga di seluruh wilayah Indonesia sejak 1 Januari 2017. Melalui Program BBM Satu Harga tersebut, pemerintah bersama pertamina telah berkomitmen untuk terus menambah jumlah lembaga penyalur BBM di seluruh Indonesia.

“Alhamdulillah, masyarakat di Amalatu akhirnya bisa menikmati BBM dengan harga yang sama seperti di Jawa. Hal ini tidak lepas berkat dukungan pemerintah daerah, TNI dan Polri, serta stakeholders terkait,” ujar Ego Syahrial dalam sambutannya.

Sementara Gigih Wahyu Hari Irianto, mengatakan program BBM Satu Harga merupakan program pemerintah yang ditugaskan ke Pertamina. Selama tahun 2017, terdapat sebanyak 54 wilayah terluar, terdepan, tertinggal (3T) yang menjadi target program tersebut.

Dia mejelaskan SPBU Amalatu merupakan SPBU ke-25 yang telah terbangun dari total rencana 54 Lembaga Penyalur Rencana Program BBM Satu Harga secara Nasional. Sementara untuk Pertamina MOR VIII, SPBU Amalatu merupakan titik ke-13 dari total 19 Lembaga Penyalur yang akan didirikan di wilayah Maluku dan Papua sampai akhir Tahun 2017.

“Semoga saja, pendirian SPBU Amalatu ini dapat membawa dampak positif bagi perekonomian dan bagi masyarakat di kawasan timur Indonesia, khususnya masyarakat Seram Bagian Barat,” harap Gigih.

Kepala BPH Migas M.Fanshurullah Asa dalam kesempatan itu mengatakan pembangunam SPBU di wilayah 3T bukan merupakan hal mudah. Sebab secara geografis di wilayah 3T, sangat berpengaruh terhadap mahalnya biaya angkut. Sehingga perlu dipastikan tepat sasaran peruntukannya. “Perlu ada pengawasan dan monitoring dari Pemerintah Daerah dan Aparat agar penyaluran BBM satu Harga ini supaya tepat sasaran,” pungkas Fanshurullah.

Bupati SBB, Muhammad Yasin Payapo mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi kebijakan pemerintah pusat tersebut. Sebab, melalui penerapan BBM Satu Harga ini, harga BBM jenis Premium di SBB yang sebelumnya mencapai Rp 12.000/liter kini bisa didapatkan harga harga Rp 6.450/liter.

“Warga Amalatu dan SBB secara menyeluruh, tentu merasa sangat bersyukur atas kehadiran SPBU di sini. Sehingga masyarakat dapat menikmati BBM premium dengan harga Rp6.450/liter dan solar seharga Rp5.150/liter. Tentunya hal ini akan meringankan beban masyarakat yang selama ini kesulitan dalam membeli BBM,” ungkapnya. (SMR)

Click to comment

BERITA POPULER

To Top