KRIMINAL

Warga Waesamu Desak Polisi Tangkap Pelaku Teror Bom

Warga Waesamu, Kecamatan Kairatu Barat memblokade jalan Lintas Seram usai dua rumah warga setempat dilempari bom rakitan, Selasa (18/4/2017)

AMBON,SERAMBIMALUKU.com-Tokoh masyarakat Desa Waesamu, Kecamatan Kairatu Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) Maluku mendesak aparat kepolisian setempat segera mengungkap dan menangkap para pelaku teror bom di desa tersebut, Selasa (18/4/2017).

“Kami meminta aparat kepolisian segera mengusut dan menangkap para pelaku peledakan bom di desa kami,”kata Pdt R Mail, Selasa (18/4/2017).

Warga pun memberikan waktu kepada aparat kepolisian untuk segera menangkap para pelaku dalam tempo seminggu. Selain mendesak aparat menangkap para pelaku teror bom, warga juga meminta aparat segera menangkap pelaku pengrusakan kebun warga setempat.

“Kita memberikan kesempatan untuk pihak pemda SBB, aparat Kepolisian dan TNI selama 1 minggu untuk menemukan para pelaku pengeboman,”ujarnya.

Permintaan ini sebelumnya telah disampaikan sejumlah tokoh masyarakat saat pertemuan antara Kapolres SBB, Dandim 1504 Masohi, Pemda SBB dan juga pemerintah desa setempat usai insiden teror bom itu terjadi.

Sementara Penjabat Kepala Desa, Waesamu  S Siwalete mendesak agar permasalahan tersebut dapat segera diselesaikan, dan para pelaku peledakan dapat segera ditangkap. Dia juga meminta agar warga desa Waesamu tidak terprovokasi dan mempercayakan penanganan masalah tersebut kepada aparat berwajib.

“Kami masyarakat Desa waesamu meminta agar masalah ini secepatnya ditangani sehingga masyarakat merasa puas dan aman. Saya juga meminta kepada masyarakat agar tidak terprovokasi untuk memperkeruh situasi,”pintanya.

Diberitakan sebelumnya, dua rumah warga di desa Wasamu, dilempar dengan bom oleh orang tidak dikenal pada Selasa pagi. Insiden itu menyebabkan warga yang marah langsung memblokade jalan Lintas Seram yang ada di wilayah tersebut. Namun saat ini akses jalan telah dibuka kembali setelah aparat TNI/Polri berkoordinasi dengan masyarakat setempat. (SMN)

Click to comment

BERITA POPULER

To Top