by

199 Calon Bintara Polri Lulus Seleksi Akhir, Wakapolda: Proses Seleksi Berlangsung Terbuka

AMBON,SERAMBIMALUKU.com-Sebanyak 199 calon bintara Polri yang mengikuti seleksi Anggota Polri dinyatakan lulus dalam seleksi akhir calon bintara Polri Tahun 2018. Dari jumlah yang dinyatakan lulus seleksi, 8 peserta adalah calon Anggota Polwan.

Pengumuman kelulusan ratusan calon bintara Polri ini berlangsung dalam siding penetapan kelulusan akhir seleksi penerimaan Bintara Polri Panitia Daerah (Panda) Polda Maluku Tahun 2018 yang berlangsung di Gedung Islamic Centre Ambon, Jumat (3/8/2018).

Sidang penentuan kelulusan calon bintara Polri ini dipimpin oleh Wakapolda Maluku, Brigjen Pol Dr. Akhmad Wiyagus. Pengumuman kelulusan calon bintara Polri juga ikut dihadiri para pejabat utama Polda Maluku seperti Irwasda Polda Maluku Kombes Pol Purwolelono, Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM) Polda Maluku KBP Harvin Raslin dan orang tua serta keluarga para calon anggota bintara Polri.

Sidang penentuan kelulusan juga turut dihadiri Panitia Derah Seleksi Bintara Polri, Pengawas Eksternal dari Diknas, Dukcapil, Koni, Wartawan, LSM.

Wakapolda Maluku Brigjen Pol Dr. Akhmad Wiyagus dalam sambutannya mengatakan proses seleksi Anggota Polri sangat berjalan dengan transparan dan terbuka sesuai dengan arah dan kebijakan Pimpinan Polri.

“Untuk menjadi seorang anggota Polri harus melalui seleksi yang terbuka dan transparan serta tidak pakai duit. Oleh karenanya bagi panitia ataupun peserta yang dengan sengaja mau melakukan kolusi dalam seleksi ini, pasti diproses hukum secara tegas,”ungkap Wiyagus.

Wiyagus mengatakan, sebelum menjabat Wakapolda Maluku, Ia pernah menjabat sebagai Direktur Tipikor Bareskrim Mabes Polri. Sudah banyak di daerah lain yang Ia proses korupsinya ketika menerima sogokan saat seleksi Anggota Polri, untuk itu dia menjamin bahwa proses seleksi bintara Polri di Maluku bebas dari Krupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN).

“Untuk di Maluku ini jangan coba main main, pasti akan diproses,”tegasnya.

Adapun calon bintara Polri yang ikut dalam sidang pengumuman penetapan kelulusan akhir di Islamic Centre berjumlah 214 orang. Namun saat diumumkan 15 peserta dinyatakan gugur.

Wiyagus juga menyatakan karena keterbatasan kuota Didik, maka diantara peserta pasti yang tidak lulus. Namun demikian dia meminta kepada para peserta yang tidak lulus agar tidak berkecil hati karena masih ada kesempatan pada tahun tahun berikutnya untuk masuk menjadi anggota Polri.

Sementara itu Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM) Polda Maluku KBP Harvin Raslin selaku Ketua Panda dalam laporannya mengatakan Seleksi Penerimaan Bintara Polri tahun 2018 mulai dibuka sejak bulan Maret 2018. Sebanyak 1.462 peserta mendaftar untuk mengikuti seleksi dan melalui beberapa tahapan seleksi akhirnya hanya 214 orang calon Bintara yang ikut dalam sidang penetapan kelulusan.

Dia memastikan bahwa selama seleksi berlangsung, panitia bekerja sesuai prinsip yang dicanangkan Kapolri yaitu Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis (BETAH). Dia juga mengaku bahwa selama seleksi berlangsung, kinerja Panitia diawasi secara ketat oleh pengawas Internal, yaitu dari Propam dan Itwasda Polda Maluku, selain itu juga di awasi oleh pengawas Eksternal yaitu dari Diknas, Dukcapil, Koni, Wartawan dan LSM serta di lakukan supervisi dari Mabes Polri.

“Setiap tahapan seleksi, dilakukan secara terbuka dan transparan serta peserta seleksi langsung menandatangani nilai yang diperoleh saat itu juga, sehingga tidak mungkin ada celah sedikitpun untuk terjadinya kolusi dalam seleksi ini,”ungkapnya.

Menurutnya karena kuota untuk mengikuti pendidikan (kuota didik) terbatas, maka pada dalam sidang penetapan akhir ada peserta yang harus digugurkan selanjutnya yang dinyatakan lolos langsung mengikuti pendidikan Bintara di SPN Paso Ambon.

“Bagi Polwan yang dinyatakan lulus seleksi akan mengikuti pendidikan di Sepolwan Ciputat Jakarta,”katanya. (SMJ)

BACA JUGA :
loading...

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA TERKINI