by

Anggota Muda Mafispala Dilatih Kelolah Sampah Jadi Barang Berharga

AMBON,SERAMBIMALUKU.com-Belasan Anggota muda Mahasiswa Pencinta Alam (Mafispala) Universitas Pattimura Ambon yang baru saja dikukuhkan menjadi Anggota Mafispala dilatih mengelola sampah menjadi barang berharga berupa tas dan pernak pernik lainnya.

Pelatihan pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang berlangsung di Kampus Fisip Unpatti Ambon ini diberikan langsung oleh para senior Mafispala, pada Selasa (16/10/2018). Dalam pelatihan itu, para anggota muda Mafispala diajari membuat berbagai jenis tas dan pernak pernik lainnya dari bekas sedotan minuman.

Koordinator pelatihan, Siti Hajar Malawat  mengatakan pelatihan tersebut sengaja diberikan kepada para juniornya itu agar kelak mereka dapat memanfaatkan sampah untuk dijadikan sebagai sesuatu yang berguna.

“Kita ingin agar adik-adik kita ini bisa memiliki pengetahuan dan kreatifitas untuk mengelola sampah menjadi barang yang berharga,”kata Neza sapaan akrab Siti Hajar Malawat saat ditemui di sela-sela pelatihan tersebut.

Menurut Neza, pelatihan pengelolaan sampah menjadi barang berharga sebelumnya juga telah diajari oleh para senior Mafispala kepada mereka. Dia mengaku keahlian yang didapat itu akan sangat berguna untuk meningkatkan kreatifitas anggota Mafispala dalam bermasyarakat.

“Harapannya ilmu yang mereka dapat ini akan diimplementasikan ke masyarakat, jadi ada nilai plusnya disitu,”ujarnya.

Dia menambahkan para anggota muda yang mengikut pelatihan tersebut sangat antusias sehingga pelatihan tersebut tidak menemui kesulitan berarti. Dia berharap kedepan sejumlah kerajinan yang  dihasilkan dari sampah itu dapat di pasarkan agar dapat meningkatkan kesejahteraan anggota Mafispala.

“Kami sedang berfikir kesana, paling tidak hasil karya anggota Mafispala ini bisa mendatangkan profit bagi organisasi, ya untuk sementara pasarnya mungkin untuk para senior dulu,”katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Mafispala, Thio L Tamheryaan mengatakan pelatihan sampah berbasis masyarakat ini tidak hanya dilakukan bagi para anggota Mafispala namun juga sudah dilakukan kepada para pelajar dan masyarakat lainnya.

“Kami juga pernah membuat pelatihan yang sama untuk para siswa SMP di Banda tahun lalu,”katanya.

Selain itu kata Thio, sejumlah hasil kreatifitas Anggota Mafispala  juga pernah dipamerkan dalam acara Dies Natalis Universitas Pattimura Ambon tahun lalu,”Jadi poinnya itu kita ingin orang tidak memandnag Mafispala itu hobinya hanya naik gunung semata, tapi kami juga punya tanggung jawab sosial lingkungan kepada masyarakat,”ungkapnya.

Kedepan kata dia, pihaknya juga akan melakukan penanaman 1.000 anakan mangrove di sejumlah lokasi di Kota Ambon.

“Untuk saat ini sudah ada 500 anakan yang ada pada kami, dan kami akan berusaha untuk menambah lagi setelah itu kami akan melakukan penanaman di beberapa lokasi penghijauan,”sebutnya. (NARO)

BACA JUGA :
loading...

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA TERKINI