by

AT Sempat Terlibat Keributan Dengan Keluarganya Sebelum Membacok 7 Warga Jikumerasa

loading...

AMBON,SERAMBIMALUKU.com-Pelaku pembacokan tujuh warga di Desa Jikumerasa, Kecamatan Lilialy, Kabupaten Buru, Maluku diketahui sempat terlibat keributan dengan keluarganya sebelum menyerang warga dengan sebila parang, Rabu (27/2/2019) pagi.

“Jadi seblum menyernag warga, terduga AT ini keluar dari rumah sekira pukul 05.00 WIT karena terlibat keribututan dengan keluarganya di rumah,”kata Wakil Kepala Polres Pulau Buru, Kompol Bachri Hehanussa kepada wartawan via telepon selulernya, Rabu (27/2/2019).

Bachri menjelaskan, saat keluar dari rumahnya itu, dia lalu masuk ke rumah pamannya dan mengambil sebila parang. Setelah itu dia pergi ke jalan dan mengejar setiap orang yang dijumpainya dan langsung memarangi mereka.

“Setelah dia mengambil sebila parang dia langsung keluar dan ribut lalu mengejar setiap orang di jalan,”kata Bachri.

Bachri menjelaskan, aksi pelaku itu baru berhenti setelah seorang Anggota TNI yang baru selesai menunaikan sholat subuh mengamankan pelaku.“Sekira pukul 06.45 WIT seorang Anggota POM TNI, Salim Batuatas yang baru selesai sholat subuh mengamankan pelaku,”katanya.

Bachri mengungkapkan bahwa aksi pelaku itu menyebabkan tujuh warga terluka dan harus menjalani perawatan intensif di RSUD Namlea. Meski begitu motif penyerangan itu masih terus didalami,”Masih didalami, masih diselidiki,”katanya.

Menyoal pelaku yang diduga mengalami kelainan jiwa, Bachri menyebut bahwa pihaknya belum dapat emmastikan hal itu. Sebab menurut dia kepastian apakah pelaku memiliki kelainan jiwa atau tidak itu menjadi kewenangan dokter.

“Untuk sementara kita belum bisa menyatakan bahwa yang bersangkutan itu punya kelainan jiwa atau tidak itu nanti menjadi kewenangan dokter. Tapi hasil yang kita dapatkan dari masyrakaat bahwa pelaku punya kelainan,”terangnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, tujuh warga desa Jikumerasa, Kecamatan Lilialy, Kabupaten Buru, Maluku terluka parah setelah diserang seorang pria berinisial AT (35) dengan sebila parang, Rabu (27/2/2019) pagi.

Akibat insiden itu, tujuh orang warga terluka parah dan harus dirawat intensif di RSUD Namlea. Ketujuh warga yang menjadi korban pembacokan itu yakni ILham Munaka (23), Puasa Aunaka (61), Nurdin Buton (59), La Bima Kondoa, (63) dan tiga perempuan lainnya yakni Sofian (37), Ida Ratnasari (25) Rasun (59).

Terkait insiden berdarah tersebut, hingga kini polisi belum dapat mengetahui motif dibalik kejadian itu.(SMJ)

BACA JUGA :
loading...

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA TERKINI