POLITIK

Bendung Informasi Hoaks, KPU Minta Tim Kampanye Daftar Akun Resmi

Ketua KPU Provinsi Maluku, Syamsul Rifan Kubangun

AMBON,SERAMBIMALUKU.com- Berbagai cara dilakukan tim kampanye calon gubernur dan wakil gubernur Maluku untuk menarik simpati pemilih demi memenangkan pilkada. Salah satu cara yang sangat efektif dilakukan saat ini adalah menawarkan berbagai program kerja serta visi misi calon melalui media sosial.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) sendiri memberikan kewenangan kepada setiap tim pemenangan dan tim kampanye untuk mengosialisasikan kandidatnya melalui media sosial. Namun untuk menghindari berita hoaks dan kampanye sara yang marak terjadi saat ini maka KPU meminta agar tim kampanye mendaftarkan secara resmi akun media sosialnya.

“KPU memfasilitasi setiap tim kampanye dan tim pemenangan untuk berkampanye melalui media sosial, dan akunnya harus didaftarkans ecara resmi,”kata Ketua KPU Maluku, Syamsul Rifan Kubangun kepada waratwan usai menghadiri dialog Publik IJTI Maluku di Hotel Amaris Ambon, Senin (5/3/2018).

Dia mengatakan, lewat media sosial tim kampanye diberikan keleluasaan untuk memgampanyekan berbagai program dan visi msi calon kandidat. Namun untuk menghindari peredaran hoaks dan isu sara maka setiap tim kampanye perlu mendaftarkan akun media sosialnya kepada KPU Maluku.

“Dengan mendaftarkan akunnya ke KPU Maluku maka system pengawasan bisa dilakukan dengan mudah, selain itu juga agar bisa membendung hoaks dan isu sara,”kata Syamsul.

Menurutnya, setiap tim kampanye hanya diberikan kesempatan untuk membuat dan mendaftarkan lima akun media sosialnya ke KPU Maluku sebagai sarana kampanye.

“Paling banyak itu lima saja, untuk facebook lima dan untuk youtube juga lima. Dan harus terdaftars ecara resmi di KPU,”ujarnya.

Sejauh ini kata dia baru dua calon yang mendaftarkan akun media sosialnya ke KPU Maluku yakni dari tim pasangan Said Assagaff-Anderias Rentanubun (Santun) dan tim pasangan Herman Koedoeboen-Abdullah Vanath (HEBAT).

“Yang sudah melaporkan berkaitan dengan akun media sosial itu baru pasangan nomo rurut 1 dan nomor urut 3, nah kami minta pasangan lainnya juga agar bisa menyampaikan akun resminya kepada kita, agar bisa diawasi,”ungkapnya.

Dia menambahkan selain bermanfaat untuk membendung informasi hoaks dan isu sara, akun resmi yang terdaftar di KPU juga dapat dimanfaatkan seluas-luasnya oleh tim kampanye untuk menyasar pemilih pemula atau warga net agar dapat mengetahui dan memahami setiap program dan visi misi kandidat.
“ Kalau akun resmi itu kan bagus tapi kalau liar bisa dimanfaatkan oleh orang lain dan kalau resmi disampaikan ke kita itu bisa terditeksi dan bisa dimanfaatkan untuk menyampaikan program dan visi misi untuk pemilih pemula,”ungkapnya (SMJ)

Click to comment

BERITA TERKINI

To Top