MALUKU

Berkah Ramadhan, Warga Dua Desa yang Bertikai Buka Puasa Bersama di Masjid Al Jamiah

Warga Hitu Lama dan Wakal mengikuti kegiatan safari ramadhan dan buka puasa bersama yang digelar Polda Maluku di Masjid Al Jamiah Desa Hitu Lama, Selasa (22/5/2018)

AMBON,SERAMBIMALUKU.com-Polda Maluku menggelar safari ramadhan dan buka puasa bersama dengan warga Hitu Lama dan Wakal, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Selasa (22/5/2018).

Dalam acara tersebut, kedua warga yang sempat terlibat pertiakaian setahun lalu itu berjumpa dalam suasana yang sangat akrab penuh kekeluargaan di Masjid Al Jamiah Desa Hitu Lama. Tidak ada rasa curiga dan dendam sedikitpun.

Kegiatan safari ramadhan dan buka puasa bersama itu dihadiri oleh Wakapolda Maluku, Brigjen Pol Hasanuddin dan sejumlah pejabat utama Polda Maluku.

Dalam kesempatan itu, Wakapolda Maluku ikut menyampaikan rasa syukur dan bangga karena dua desa bertetangga itu kini mulai hidup rukun kembali. Wakapolda berharap agar suasana damai yang telah terjalin dapat terus dipertahankan oleh kedua warga desa.

“Selain merasa bangga Pak Wakapolda juga berharap agar kedua warga desa bisa terus hidup rukun dan saling berdampingan,”kata Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Muhamad Roem Ohoirat kepada Serambi Maluku, Selasa malam.

Ohoirat mengatakan bertemunya dua warga desa dalam momentum buka puasa tersebut merupakan sesuatu yang sangat bernilai positif.

“Ada sesuatu yang berbeda dan ini cukup menarik, karena ini merupakan berkah ramadhan yang sangat luar biasa. Dua desa (negeri) yang sejak tahun lalu terlibat konflik, yaitu Desa Negeri Hitu Lama dan Desa Negeri Wakal hadir bersama sama dengan suasana silahturahim penuh kekeluargaan,”ungkapnya.

Selain dihadiri warga kedua desa, kegiatan tersebut juga turut dihadiri langsung oleh Bupati Maluku Tengah, Tuasikal Abua dan Ketua DPRD Maluku Tengah, Ibrahim Rohonussa serta  para Raja dari Negeri Hitu Lama, Negeri Hitu Mesing dan Raja Negeri Wakal.

“Pak Bupati, Pak Ketua DPRD, Raja Hitu Lama, Raja Hitu Mesing dan Raja Wakal juga hadir bersama warganya, jadi suasana kekeluargaan dan kebersamaan sangat kental sekali,”ujarnya.

Ohoirat menjelaskan, upaya Polda Maluku untuk mendamaikan dua desa yang terlibat pertikaian di wilayah tersebut saat ini patut disyukuri karena kedua warga desa kini telah bersepakat untuk hidup berdampingan seperti sediakala.

“Semoga saja berkah ramadhan ini dapat dimaknai para pihak dengan baik dan pada akhirnya dapat segera mengakhiri konflik yang pernah terjadi  sehingga semua warga bisa hidup dengan damai,”harapnya. (SMJ)

Click to comment

BERITA TERKINI

To Top