KRIMINAL

Blokir Nomor HP Cara Bahtiar Payapo Lari dari Masalah Utang Piutang

ilustrasi utang piutang

AMBON,SERAMBIMALUKU.com-Kasus utang piutang yang melilit Wakil Ketua DPRD Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Bahtiar Payapo ternyata punya cerita lain.

Ceritanya untuk menghindari masalah yang melilitnya tersebut, politisi Partai Golkar itu sengaja memutus komunikasi dengan GH, oknum PNS SBB yang telah meminjamkannya uang puluhan juta rupiah.

“Dia (Bahtiatr) telah memblokir nomor HP saya jadi saya tidak bisa lagi menghubunginya,”kata GH kepada melalui telepon selulernya, Sabtu (8/7/2017).

Menurut GH, awalnya dia masih bisa berkomunikasi dengan Payapo, namun belakangan hal itu sudah tidak bisa lagi dilakukan setelah nomrnya diblokir. GH mengaku cara tersebut diduga dilakukan Payapo untuk menghindari masalah yang terjadi.

“Dia ingin lari dari masalah sehingga dia memblokir nomor saya. Kalau pakai nomor baru bisa terhubung ta[I kalau pakai nomor saya tidak bisa terhubung lagi,”akunya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Bahtiar Payapo meminjam uang sebesar Rp 50 juta dari GH sejak tahun 2014 silam. Awalnya Bachtiar meminjam uang senilai Rp 15 juta darinya. Uang itu dipinjam Payapo untuk keperluan pelantikan sebagai unsur pimpinan DPRD SBB. Uang itu diserahkan langsung ke Bachtiar diruang kerjanya disaksikan seorang politisi Golkar SBB berinisial AH.

“Pertama saya serahkan uang Rp 15 juta, ada saksinya saya serahkan langsung di ruang kerjanya di kantor DPRD SBB, saat itu masih di desa Waimital,”kata GH.

Selanjutnya tak berselang lama masih di tahun 2014, Payapo kembali meminta pinjaman uang sebesar Rp 20 juta untuk keperluan transportasi dan akomodasi menuju kongres Partai Golkar di Bali. Saat itu atas perintah Payapo uang tersebut ditransper melalui nomor rekening AH.

“Kemudian pada bulan desember 2014 saya kembali memberikan uang senilai Rp 15 juta kepada AH atas perintah Bachtiar, jadi totalnya itu ada Rp 50 juta,”katanya.

Saat itu Payapo berjanji akan segera mengembalikan uang milknya itu, dia juga mengaku akan memberikan sejumlah paket proyek kepada GH namun ternyata janji itu tidak ditepatnya.

“Saya juga heran saat dia membutuhkan uang dari saya dia pinjam dengan memaksa, seolah-olah saya ini yang berutang kepadanya,”katanya.

Menurutnya, sampai saat ini uang yang baru dikembalikan Payapo kepadanya sejumlah  Rp 20 juta dari total uang yang dipinjamnya sebesar Rp50 juta. GH mengaku uang itu diserahkan Bachtiar saat dia akan mengikuti ujian tesis di kampus Unpatti.

”Saya sudah tidak punya uang lagi saat itu dan saat itu saya mau ujian tesis, saya minta untuk mengembalikan uang saya dan dia hanya membayar Rp 20 juta. Itu ditransfer ke rekening saya dua kali pada bulan Mei 2017, saat itu janjinya Rp 25 juta dulu ternyata hanya Rp 20 juta,”paparnya.

GH mengatakan berbagai pendekatan telah dilakukannya agar uang miliknya itu segera dikembalikan, namun hingga kini uang sisa senilai Rp 30 juta belum juga dikembalikan oleh Bachtiar. Karena itu dia berencana dalam waktu dekat akan melaporkan Bacchtiar ke polisi.

“Karena saya anggap ini sudah penipuan, kalau dia itu orang susah saya bisa pahami tapi dia itu seorang wakil rakyat. Semua bukti komunikasi lewat HP saya sudah simpan dan akan saya laporkan semua,”ancamanya. (SMH)

Click to comment

BERITA TERKINI

To Top