MALUKU

BNN Ajak Warga dan Pelajar di Nusa Laut Perangi Narkoba

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Maluku, Brigjen Pol Rusno Prihardito bersama Wakil Bupati Maluku Tengah, Marlatu Leleury berfose bersama para siswa di Desa Abubu, Kecamatan Nusa Laut, saat acara sosialisasi bahaya narkoba di desa tersebut, Jumat (27/4/2018)/Foto List
loading...

AMBON,SERAMBIMALUKU.com-Badan  Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Maluku mengajak masyarakat dan para pelajar di Nusa Laut, Kabupaten Maluku Tengah untuk melawan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Ajakan itu disampaikan BNN saat menggelar sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peradaran Gelap Narkoba (PMP4GN) di Desa Abubu, Kecamatan Nusa Laut,  Jumat (27/4/2018).

Kepala BNN Provinsi Maluku, Brigejn Pol Rusno Prihardito dalam pemaparannya  mengajak warga agar dapat memerangi narkoba karena narkoba merupakan musuh Negara dan sangat mengancam keselamatan jiwa manusia.

Dia menyebut, Provinsi Maluku  pernah menempati peringkat ke tujuh daerah rawan peredaran narkoba di tahun 2015. Atas dasar itulah, BNN Maluku terus berupaya untuk melakukan pemberantasan narkoba serta menurunkan angka penyalahgunaan narkotika yang ada di daerah ini.

“Narkoba adalah musuh Negara yang harus di lawan secara bersama. Narkoba juga snagat berbahaya bagi keselamatan jiwa,”kata Rusno.

BACA JUGA:BNN Maluku Ungkap 10 Kasus Narkoba Sepanjang Tahun 2017

BACA JUGA:Puluhan Wartawan Mendadak Tes Urine di Kantor BNN Maluku

Dia menjelaskan setelah kantor BNN didirikan di Maluku pada tahun 2016 lalu,  pihaknya terus berupaya  untuk  mengatasi bahaya peredaran narkoba di Maluku serta berushaa untuk menurunkan tingkat konsumsi terhadap barang haram tersebut.

“Berbagai cara terus dilakukan oleh BNNP Maluku baik itu mengungkap dan menangkap para pengedar maupun pengguna narkoba, juga melalui pendekatan persuasif kepada masyarakat di Maluku untuk bersama-sama BNN memerangi peredaran narkoba di Maluku,”kata dia.

Dia mengemukakan, dari pengungkapan kasus penyalahgunaan narkoba di Maluku, pihaknya  berhasil mengungkap 11 kasus penyalahgunaan narkoba dengan melakukan penangkapan, assessment serta rehabilitasi kepada 16 orang pengedarmaupun pengguna narkoba.

“Melalui kerja keras dari BNNP Maluku kami berhasil mengungkapkan 11 kasus penyalahgunaan narkoba dan  berhasil melakukan penangkapan, assessment serta rehabilitasi kepada 16 orang pengedar maupun pengguna narkoba di Maluku, sehingga  yang tadinya Malukudi tahun 2015 menempati peringkat ke tujuh daerah rawan narkoba dapat berganti posisi ke peringkat 27  di tahun 2017 kemarin,”Ucapnya.

Kegiatan sosialisasi pencegahan dan peredaran narkoba di Nusa Laut itu juga ikut dihadiri oleh Wakil Bupati Maluku Tengah, Marlatu Leleury bersama sejumlah pejabat daerah lainnya. (SMO)

Click to comment

BERITA TERKINI

To Top