by

Bos CV Angin Timur Divonis 3 Tahun Penjara

AMBON,SERAMBIMALUKU.com-Direktur CV Angin Timur, Anthony Liando, terdakwa kasus suap Kepala Kantor Pajak Pratama Ambon (KKP), La Masikamba divonis tiga tahun penjara oleh majelis hakim Tipikor Pengadilan Negeri Ambon, Jumat pagi (8/2/2019).

Dalam sidang dengan agenda pembacaan putusan itu, Majelis hakim yang diketuai oleh Pasti Tarigan memutuskan terdakwa bersalah karena terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana penyuapan.

“Menghukum terdakwa dengan hukuman selama 3 tahun penjara dan denda sebesar Rp 150 juta subside 3 bulan penjara,”kata Tarigan saat membacakan amar putusannya.

Menurut hakim, terdakwa bersalah melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a Undang-Undang Republik Indonesia nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

“Terdakwa terbukti telah memberikan uang sebesar Rp 790 juta kepada La Masikamba yang menjabat selaku kepala KPP pratama Ambon dan Sulimin Ratmin selaku analisis atau supervisor pajak pada kantor KPP pratama Ambon,”ungkapnya.

Putusan hakim tersebut sama dengan tuntutan Jaksa KPK sebelumnya yang menuntut terdakwa agar dihukum selama 3 tahun penjara.

Setelah mendengarkan pembacaan putusan hakim, terdakwa langsung menerima putusan tersebut. Setelah itu terdakwa langsung dibawa ke rutan kelas II a Ambon di kawasan Nania Ambon.

Terdakwa Anthony Liando menyuap Kepala KKP Pratama Ambon, La Masikamba dan Supervisor Pajak Kantor KPP pratama Ambon, Sulimin Ratmin sebesar 790 juta dengan rincian untuk La Masikamba sebesar Rp 670 juta dan untuk Sulimin sebesar Rp 120 juta.

Penyuapan itu dilakukan terdakwa untuk menghindari kewajibannya membayar pajak tahun 2016 sebesar 2,4 miliar.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebelumnya menangkap terdakwa, Kepala KPP Ambon, La Masikamba, Sulimin Ratmin dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang berlangsung di Ambon pada 3 Oktober 2018 lalu.

Dalam OTT tersebut, KPK juga menyita uang tunai senilai Rp 100 juta yang diduga merupakan hasil suap terdakwa. (SMJ)

BACA JUGA :
loading...

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA TERKINI