MALUKU

BPBD Maluku Ajari Siswa dan Guru Cara Hadapi Gempa dan Tsunami

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku saat memberikan sosialisasi tanggap bencana kepada para siswa dan guru di SMP Al Watan Kebun Cengkeh Ambon, Jumat (3/11/2017)

AMBON,SERAMBIMALUKU.com-Tiga hari pascabencana gempa bumi di Kota Ambon, Badan Penangguangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku langsung menggelar sosialisasi tanggap bencana bagi sekitar 100 siswa dan guru di SMP Al Watan Ambon, Jumat (3/11/2017) siang.

Dalam sosialisasi itu, para guru dan siswa diajari tentang cara menghadapi situasi bencana seperti gempa bumi dan tsunami serta bencana lainnya seperti banjir dan tanah longsor.

Khusus untuk bencana gempa bumi, petugas BPBD meminta kepada para guru dan siswa agar tetap tenang saat menghadapi bencana tersebut, dan tidak perlu panik. Para guru dan siswa diminta dapat berlinding di tempat aman dan bisa melakuka evakuasi mandiri.

“Pertama saat gempa bumi terjadi lindungi kepala bapak ibu, bisa masuk dibawa meja dan hindari kaca. Setelah gempa berlalu barulah keluar ke tempat yang aman,”jelas Fretha Julian Kayadoe, petugas BPBD Maluku saat menyampaikan sosialisasi.

Para petugas BPBD juga mengimbau para guru dan siswa agar dalam menghadapi situasi bencana baik gempa dan tsunami agar tidak dihadapi dengan panik, karena hal itu hanya akan membuat situasi semakin sulit,“Jangan panik karena itu akan membuat yang lain menjadi panik.,”ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, petugas BPBD juga memutar sejumlah video situasi gempa yang dihadapi sekolah di Jepang. Dalam video itu para guru terlihat menenangkan para siswa yang ada di dalam ruang kelas untuk masuk ke bawa meja dan melindungi kepala saat gempa terjadi.

Diakhir sosialisasi itu, BPBD Maluku kemudian melakukan simulasi tanggap bencana gempa. Kondisi diseting seperti sedang terjadi gempa bumi, dan saat itu para siswa semuanya berusaha masuk ke bawa meja, dan beberapa detik setelah itu mereka keluar dan berlaris ecara teratur menuju halaman sekolah.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiap Siagaan BPBD Maluku, Jhon Marcus Hersepuny mengatakan, kegiatan yang dilakukan itu sebagai langkah kesiap siagaan komunitas sekolah dalam menghadapi situasi bencana.

“Kegiatan yang dilakukan saat ini adalah langkah untuk menghadapi ancaman bencana gempa bumi dan tsunami. Ini tentu bagian dari kesiap siagaan komunitas sekolah agar lebih tanggap,”katanya.

Sementara Kepala SMP Al Watan, Samsudin Renhoat mengaku kegiatan itu sangatlah penting untuk memperkuat para ssiwa dan guru saat menghadapi ancaman bencana yang terjadi.Dia
Mengaku kegiatan itu

“Kegiatan ini sangat penting sekali untuk memperkuat para siswa dan guru ketika menghadapi ancaman gempa dan tsunami, yang diutamakan itu gempa dan tanah longsor apalagi gedung sekolah kami ini gedung tingkat jadi sangat penting,”ujarnya.

“Harapannya setelah sosialisasi siswa dan guru bisa lebih tenang menghadapi gempa dan bisa tahu cara menyelamatkan diri dengan benar,”tambahnya (SMH)

Click to comment

BERITA TERKINI

To Top