by

Caleg PDI-P Pembakar Kotak Suara di Malra Tidak Akan Lolos Dari Jerat Hukum

AMBON,SERAMBIMALUKU.com-Kapolda Maluku, Irjen Pol Royke Lumowa menegaskan caleg PDI-P yang diduga sebagai pelaku pembakaran tiga kotak suara bersama dukomen lainnya di Kantor PPK Kecamatan Kei Besar Selatan, Kabupaten Maluku Tenggara tidak akan lolos dari jeratan hukum.

Penegasan ini disampaikan Royke saat dimintai tanggapannya oleh wartawan seusai menghadiri pertemuan bersama tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pimpinan KPU dan BAwaslu Maluku serta perwakilan partai politik di salah stau hotel di Ambon, Senin (22/4/2019).

“Pokoknya dia (pelaku) tidak akan lolos, itu perbuatan pidana,”tegas Royke.

Saat ini calon Anggota DPRD Kabupaten Maluku Tenggara berinisial LPR belum ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus tersbeut. Namun Royke memastikan yang bersangkutan akan menjadi tersangka karena perbuatannya tersebut telah masuk pada pelanggaran pidana pemilu,“Dia pasti akan jadi tersangka,”tegasnya lagi.

Ditempat yang sama, Ketua KPU Maluku, Syamsul Rifan Kubangun mengaku sangat menyesalkan adanya insiden pembakaran kotak suara oleh caleg tertentu di Kecamatan Kei Besar Selatan tersbeut.

“Tentunya kita sangat mengecam ya, karena tindakan-tindakan seperti ini tidak baik ya,”kata Rifan.

Menurut Rifan proses rekapitulasi penghitungan suara memiliki waktu panjang mulai dari TPS, PPK hingga ke KPU sehingga jika ada keberatan atau ketidakpuasan hal itu bisa diselesaikan melalui rapat pleno secara berjenjang.

“Kalaua da keberatan atau ketidakpuasan itu bisa diselesaikan secara berjenjang di rapat pleno baik di TPS, PPK smapai ke KPU,”katanya.

Sementara itu Ketua Bawaslu Maluku, Abdullah Ely menyebut jika kasus pembakaran kotak suara di Kecamatan Kei Besar Selatan tersebut saat ini sedang ditangani oleh Bawaslu kabupaten Maluku Tenggara.

Dia memastikan dari 15 kotak suara yang dikeluarkan oleh LPR dan masa pendukungnya hanya tiga kotak suara yang dibakar.

Sebelumnya diberitakan aksi pembakaran kotak suara di Kantor PPK Kecamatan Kei Besar Selatan terjadi pada Jumat malam pekan lalu. Diduga aksi pembakaran itu dilakukan lantaran adanya ketidakpuasan dari caleg PDI-P LPR dan masa pendukungnya atas hasil penghitungan suara di desa tersebut. (SMJ)

BACA JUGA :
loading...

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA TERKINI