by

Catat ! Pemilik Miras Tradisional Diancam Penjara Hingga 15 Tahun

AMBON,SERAMBIMALUKU.com-Penyidik Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease kini memiliki sandaran hukum atau yurisprudensi dalam mengusut peredaran miras di Kota Ambon. Para pemilik dan pengedar miras pun dapat dijerat dengan pasal dalam undang-undang hingga 15 tahun penjara.

Kepala Polres Ambon AKBP Sutrisno Hadi Santoso mengatakan sandaran hokum terkait penanganan kasus peredaran miras saat ini tengah ditangani penyidik Subdit Gakkum Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Maluku.

Kasus yang saat ini telah dinyatakan lengkap atau P21 itu telah diserahkan ke Jaksa Penuntut Umum disertai dengan barang bukti dan dua orang tersangka pada Senin (6/5/2019).

“Yurisprudensinya sudah ada bahwasanya pemilik sopi bisa menggunakan UU Pangan dan Perlindungan Konsumen. Ini sudah dilakukan Polair dan berkasnya sudah tahap 2,” kata Sutrisno
kepada wartawan usai pemusnahan ribuan miras jenis Sopi di depan Markas Polres Ambon, Kota Ambon, Selasa (7/5/2019).

Sebelumnya, penyidik Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Maluku menetapkan Yulius Yakob alias Beng dan Demianus Naskay alias Mon, dua pemilik sopi sebagai tersangka.

Mereka disangkakan Pasal 142 jo Pasal 91 ayat (1) UU RI No 18 tahun 2012 tentang pangan dengan ancaman 2 tahun penjara atau denda Rp4 miliar dan atau Pasal 204 ayat (1) KUHPidana dengan ancaman pidana paling lama 15 tahun penjara.

Dia menegaskan dengan adanya pegangan hukum untuk menindak tegas pengedar minuman berkadar alkohol tinggi itu, maka penyidik Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Ambon tidak lagi mentolerir kasus tersebut

“Tidak ada toleransi lagi. Jadi kita pastikan pemilik sopi bisa kita jerat dengan Undang-Undang yang ebrlaku,” tegasnya. (SMJ)

BACA JUGA :
loading...

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA TERKINI