by

Cegah Gejolak Papua Merembet ke Ambon, Pemuda Maluku Bersatu Ajak Warga Tolak Hoaks

loading...

AMBON,SERAMBIMALUKU.com-Sejumlah pimpinan lembaga mahasiswa dan pemuda di Maluku menggelar deklarasi menolak hoaks dan ujaran kebencian di Maluku, Selasa (10/9/2019).

Deklarasi anti hoaks dan ujaran kebencian itu sengaja dilakukan untuk mencegah dampak gejoak yang terjadi di Papua tidak merembet ke Maluku.

Ketua Badko HMI Maluku-Maluku Utara, Firdauz Arey mengatakan potensi konflik dan disintegrasi bangsa kian melebar lantaran munculnya berbagai gejolak sosial yang terjadi di berbagai daerah khususnya di Papua.

“Terjadinya gejolak di berbagai daerah dengan motif beragam seperti halnya di Papua, maka tentu secara tidak langsung akan berpotensi menciptakan disintegrasi bangsa, apalagi ditambah dengan arus informasi yang tak terbendung saat ini,”kata Firdauz.

Dia mengaku gejolak yang terjadi di Papua perlu ditangani secara serius karena jika tidak persoalan tersebut dapat berdampak terhadap persatuan dan kesatuan bangsa  dan berpotensi meluas hingga ke daerah lainnya termasuk di Maluku.

“Padahal jika ditelusuri akar persoalannya bermula dari penyebaran isu-isu hoaks dan ujaran kebencian secara massif. Nah kita perlu melawan hoaks ini agar gejolak yang terjadi di Papua tidak merembet ke Maluku,”katanya.

Keta GMKI Maluku, Vembriano Lesnussa mengatakan isu hoaks dan ujaran kebencian sangat rentan terhadap keutuhan bangsa, khususnya pada daerah-daerah yang memilkiki sejarah konflik horizontal seperti Ambon dan Posso.

“Tentu kami tidak ingin konflik yang pernah terjadi terulang kembali hanya karena hoaks dan ujaran kebencian,”ujarnya.

 Adapun isi dari deklarasi tolak hoaks itu yakni:

Pertama, mengutuk keras orang-orang yangs engaja menciptakan dan menyebarkan berita hoaks serta ujaran kebencian.

Kedua, meminta kepada seluruh masyarakat Maluku agar lebih cerdas dalam membaca berita dan tidak menjadi bagian dari ornag-orang yang turut menyebar berita hoaks dan ujaran kebencian.

Ketiga, meminta kepada seluruh masyarakat Maluku untuk tetap menjaga keharmonisasian dan perdamaian di bumi raja-raja demi kelangsungan hidup umat beragama.

Keempat, mendukung penuh setiap program pemerintah pusat yang pro rakyat di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

Deklarasi anti hoaks tersebut digagas oleh Badko HMI Maluku-Maluku Utara, Komda PMKRI Maluku-Maluku Utara, Korwil GMKI Maluku, KAMMI Maluku, Pemuda Muslimin Indonesia Maluku, Garda NKRI Maluku, dan Gema Matlaul Anwar Maluku. (SMK).

BACA JUGA :
loading...

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA TERKINI