by

Cerita Bribda Angga, Nekat Panjat Tiang Listrik Selamatkan Nyawa Petugas PLN yang Terssetrum Hingga Dapat Penghargaan

loading...

AMBON,SERAMBIMALUKU.com-Aksi Bripda Angga Badina, Anggota Sub Bagian Humas Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease terbilang heroik. Keberaniannya memanjat tiang listrik demi menyelamatkan nyawa Mualif (25), seorang petugas PLN yang terkena setrum tidak hanya membuatnya terkenal namun juga membuat anggota polisi remaja ini diganjar penghargaan.

Seperti hari biasanya, pada Jumat Jumat (10/5/2019) pagi, Bripda Angga telah memulai tugas rutinnya di Kantor sub bagian Humas yang berada di lantai dua gedung sentra pelayanan kepolisian terpadu (SPKT) Polres Pulau Ambon.

Namun tak berselang lama, Bripda Angga harus meninggalkan aktifitasnya untuk sementara karena dia harus mengikuti peluncuran SKCK online oleh Satlantas Polres Pulau Ambon.

“Saat saya mau kembali ke ruangan saya, saya mendengar ada masyarakat yang berteriak minta tolong di depan halaman Polres Pulau Ambon,”kata Angga kepada wartawan saat ditemui di ruang Sub Humas Polres Pulau Ambon, Selasa (14/5/2019).

Sebagai seorang anggota Polri, Angga mengaku saat mendengar ada warga yang meminta pertolongan, dia langsung berlari menuju warga yang meminta bantuan. Saat itulah dia kemudian mengetahui kalau ada salah satu petugas PLN yang sedang tergantung di tiang listrik karena terkena setrum.

Angga bercerita setelah mendengarkan laporan dari warga, dia langsung berlari ke lokasi kejadian yang tak jauh dari kantor Polres Pulau Ambon. Disana dia melihat, Mualif, petugas pemasang jaringan listrik yang terkena setrum sudah dalam kondisi tidak berdaya.

“Saya lihat kondisi korban sudah tidak berdaya saat itu, dan dia dalam posisi tergantung di tiang lsitrik,”kata lulusan Polri tahun 2016 ini.

Angga mengaku saat tiba di lokasi kejadian, tidak ada satu pun warga yang berani menurunkan korban dari atas tiang lsitrik, saat itulah dia lalu meminta bantuan warga lainnya untuk segera mengambil tangga. Dan setelah warga membawa tangga, tanpa berfikir panjang, Angga langsung naik ke atas tiang listrik untuk menurunkan korban.

“Saat tangga datang tanpa pikir panjang, saya langsung naik ke atas tiang listrik dan berusaha menurunkan korban. Saat itu ada beberapa petugas PLN yang ikut membantu saya,”ujarnya.
Angga mengaku aksi memanjat tiang listrik tersebut dilakukannya secara spontanitas hanya untuk menyelamatkan naywa Mualif. Saat itu dia tidak berfikir lagi apakah listrik telah dipadamkan ataukah belum.

“Saya tidak pikir itu lagi. Jadi spontan saya langsung naik ke tiang listrik, karena memang korban sudah tidak berdaya lagi. Tangan kirinya telah terbakar, begitu pun tangan kanannya telah melepuh, sebagian kakinya juga ikut terbakar,”ujarnya.

Tanggung Jawab

Meski aksinya terbilang nekat dan membahayakan, namun apa yang telah dilakukan Angga akhirnya mampu menyelamatkan nyawa Mualif. Korban akhirnya dilarikan ke rumah sakit dr Latumeten Ambon untuk menjalani perawatan intensif. Saat ini kondisi korban berangsur pulih.

Menurut Angga andai saja korban terlambat diturunkan dari atas tiang listrik saat itu, kondisi yang tidak diharapkan terjadi bisa saja dialami korban. Dia pun bersyukur karena nyawa korban bisa dapat diselematkan.

“Kalau terlambat sedikit saja saya tidak tahu lagi bagaimana, mungkin sesuatu yang tidak kita inginkan dapat terjadi pada korban,”ujarnya.

Angga menurutkan dia tidak pernah menyadari bahwa aksinya menolong Mualif akan membuatnya mendapat pujian dari banyak kalangan masyarakat di Kota Ambon, termasuk juga hingga harus mendapat penghargaan dari Kapolda Maluku.

Menurut Angga, aksinya memanjat tiang listrik untuk menurunkan Mualif yang sudah tidak berdaya saat itu murni untuk menolong korban. Apalagi saat itu tidak ada warga yang berani memanjat tiang listrik saat itu.

Disamping itu, Angga mengaku aksi nekat itu dilakukannya karena dia menyadari bahwa tugas polisi tidak hanya sebatas urusan ketertiban masyarakat, menjaga ketentraman hingga masalah administrasi namun setiap anggota Polri juga harus memiliki naluri kamanusiaan.

“Intinya tugas polisi itu melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat. Saya saat itu hanya melihat korban sebagai manusia yang harus ditolong, saya kira itu tanggung jawab saya sebagai anggota polisi,”katanya.

Angga menyadari tugas seorang anggota polisi sangatlah berat tidak seperti yang dibayangkan masyarakat, sehingga dalam kondisi sesulit apapun seorang anggota polisi harus mampu membuat keputusan demi menyelamatkan masyarakat meski nyawa taruhannya.

“Saya sadar bahwa keputusan saya itu sangat beresiko dan berbahaya, tapi itulah tugas polisi harus membantu masyraakat, itulah tanggung jawab saya,”ungkapnya.

Dapat Penghargaan

Aksi heroik Bribda Angga memanjat tiang listrik untuk menurunkan Muaalif yang tersetrum hingga tergantung tak berdaya yang diberitakan sejumlah media menjadi perbincangan warga, jajaran kepolisian hingga akhirnya terdengar oleh Kapolda Maluku, Irjen Pol Royke Lumowa.

Aksi heroik Bripda Angga itu pun membuat Kapolda Maluku kagum dan merasa bangga karena tidak menyangka ada anak buahnya yang dengan berani mengorbankan nyawa demi menyelamatkan warga yang tidak berdaya.

Melalui sebuah upacara di lapangan upcara Polda Maluku, Bripda Angga kemudian di berikan penghargaan di hadapan para pejabat utama Polda Maluku dan Polres Pulau Ambon.

Jenderal dengan dua bintang di pundaknya itu memberikan penghargaan secara langsung kepada Angga, saat memimpin apel pagi yang berlangsung di Lapangan Polda Maluku, Tantui, Kota Ambon, Senin (13/5/2019).

Dalam upcara tersebut, Kapolda ikut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bripda Angga karena telah menunjukan loyalitas yang tinggi, dedikasi dan keberpihakan kepada mayarakat sebagai wujud dari jiwa catur prasetya dari setiap anggota Polri.

“Terima kasih saya ucapkan kepada Bripda Angga Badina karena telah menolong masyarakat yang membutuhkan pertolongan. Apa yang dilakukan Angga merupakan implementasi dari Catur Prasetya yang merupakan tugas anggota Polri yaitu berkorban demi masyarakat, bangsa dan negara,”ungkapnya.

Royke mengungkapkan, tugas setiap anggota Polri sejatinya adalah untuk mengabdi kepada bangsa dan negara sehingga apapun tantangan tugas yang dihadapi harus dapat dijalankan meski nyawa menjadi taruhannya.

“Personel Polri bertugas tanpa memikirkan resiko. Yang mana pegawai PLN tersebut tubuhnya sedang terkena sengatan listrik, akan tetapi personel Polri tersebut tetap menaiki tiang listrik dengan menggunakan tangga kayu untuk member pertolongan,”ungkap Royke.

Kapolda pun berharap kepada setiap anggota Polri di Maluku agar dapat mencontohi dan meneladani keikhlasan dan keberanian Bripda Angga dalam menolong masyarakat yang tidak berdaya baik dalam kondisi sesulit apapun.

“Kepada seluruh personel Polda Maluku agar meneladani sikap dan keberanian Bripda Angga yang melaksanakan tugas dengan penuh dedikasi dan loyalitas tinggi,” pintanya. (SMJ).

BACA JUGA :
loading...

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA TERKINI