KRIMINAL

Cetak KTP Elektronik Palsu, Warga Kairatu Dapat Untung 70 Ribu Per Keping

Sejumlah Kartu Keluarga dan KTP Elektronik palsu yang ditemukan polisi di rental milik Pieter Sipahelut di Desa Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Rabu (30/5/2018)

AMBON,SERAMBIMALUKU.com- Pieter Sipahelut, Warga Desa Kairatu, Kecamatan Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) harus rela mendekam di balik jeruji besi lantaran terlibat dalam bisnis KTP Elektronik palsu.

Meski telah memiliki usaha percetakan, Pieter masih saja mencari untung dengan jalan haram. Dari aksi kejahatannya itu pelaku mematok harga sebesar Rp 50 ribu hingga Rp 70 untuk satu buah KTP yang dipesan warga.

Kasus ini akhirnya terbongkar setelah salah seorang warga yang tidak mendapatkan KTP pesanannya melaporkan pelaku ke polisi.

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Muhamad Roem Ohoirat mengatakan, pelaku ditangkap di rental pembuatan KTP elektronik palsu miliknya di Desa Kairatu, pada Rabu (30/5/2018).

Penangkapan dilakukan setelah polisi mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa pelaku selama ini memalsukan KTP untuk kepentingan bisnisnya.

Selain menangkap pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa satu unit alat scan merk Canon, satu unit komputer, dan satu unit printer merk Epson L120 yang dijadikan pelaku untuk melancarkan aksi kejahatannya.

“Petugas juga menyita 24 lembar kopi kartu keluarga, 1 lembar kertas foto, dan 8 buah KTP palsu,”kata Ohoirat kepada Serambi Maluku, Rabu (30/5/2018).

Agus menjelaskan, dalam modus operandinya, tersangka juga melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan di Dinas Kependudukan dan Capil, seperti pemotretan. Setelah itu setiap pelanggan yang memesan KTP diminta antre sebentar dan setelah itu tersangka mengerjakan KTP yang dipesan.

“Kemudian tersangka mengedit foto dan identitas para korban di KTP yang sudah di scan kemudian dicetak dengan menggunakan kertas foto dan dipress menggunakan plastic,”ujarnya.

Ohoirat mengatakan akibat perbuatan itu, Pieter yang telah ditetapkan sebagai tersangka itu dijerat dengan Pasal 263 ayat (2) KUHPidana.

“Kasusnya masih diselidiki. Polisi juga akan memeriksa laptop tersangka untuk mengetahui berapa KTP palsu yang sudah dibikin oleh tersangka,”ujarnya (SMJ)

Click to comment

BERITA TERKINI

To Top