AMBOINA

Coretan ‘Malu Dong Jadi Perampok’ Hiasi Kantor PD Panca Karya

Ketua Bidang Pengawas Perusahan Daerah (PD) Panca Karya, Rury Munandar saat mencoret kantor perusahan tersebut, Rabu (21/3/2018).

AMBON,SERAMBIMALUKU.com-Protes terhadap dugaan nepotisme di Kantor Perusahan Daerah (PD) Panca Karya dilakukan Ketua Bidang Pengawas PD Panca Karya, Rury Munandar sambil mencoret dinding kantor tersebut, Rabu (21/3/2018).

Aksi coret dinding itu dilakukan Rury sebagai bentuk protes terhadap kepemimpinan Ketua PD Panca Karya, Afras Pattisahusiwa atas berbagai dugaan penyelewenangan dan praktek koncoisme di perusahan milik pemerintah provinsi Maluku itu.

Coretan yang dibuat Rury itu berbunyi ‘Bayar segera hak-hak kami, kembalikan uang hasil, malu dong jadi perampok’.

Menurut mantan Anggota DPRD Maluku ini aksi tersebut dilakukanya sebagai bentuk akumulasi kekecewaan terhadap pimpinan daearah yang dengan tenang melihat tindakan tidak transparannya pengelolaan perusahan tersebut.

“Ini akumulasi dari kekecewaan terhadap para pemangku jabatan di daerah ini. Mestinya mereka sudah ambil kebijakan terhadap semua manipulasi yang terjadi di kantor ini. Dan saya menganggap ini telah terjadi proses pembiaran disini,” jelasnya kepada wratawan, Rabu (21/3/2018).

Dia menegaskan, PD Panca Karya dibawa kepemimpinan Afras selama ini berjalan pincang karena sangat tertutup. Permasalahan itu telah dilaporkannya kepada pihak pemerintah daerah serta DPRD Maluku. Namun sampai detik ini belum ada tanggapan atau balasan dari laporan itu.

“Ini ada apa, mereka kenapa tidak bisa menindaklanjuti semua laporan kami. Pada saat kami melaporkannya , baik di DPRD maupun di pemerintah daerah, pasti mereka hanya bertanya, ‘ini ada apa,” jelasnya.

Dia mengaku sudah dua tahun , seluruh pegawai Panca Karya tidak mendapatkan biaya jasa produksi, yang menjadi hak mereka. Dia pun menuding bahwa telah terjadi penyelewenangan yang dilakukan terhadap hak-hak para bawahan di perushaan tersebut.

“Disini sudah ada tindakan korupsi berjamaah. Untuk itu, pemerintah harus segera datang untuk menyelesaikan masalah ini. Sebab, disini hak-hak kita yang ada disni juga sudah dua tahun tidak kami dapatkan, dan itu semua uangnya dimana kalau bukan dimakan sendiri,” tegasnya.

Menurutnya pemerintah harus segera turun langsung untuk menyelesaikan masalah tersebut, pasalnya banyak program Panca Karya yang fiktif, dengan menghabiskan banyak anggaran perusahan.

“Berbagai kegiatan yang mendatangkan narasumber dari Jakarta yang dilakukan Panca Karya itu semuanya fiktif. Adalagi kwitansi minyak dari pemasok minyak itu semuanya bohong. Itu mereka lakukan hanya untuk mengambil uang kantor ini. Silahkan tanya kepada si Afras itu dimana uang-uang itu,” tegasnya.

Sementara itu Direktur Panca Karya Afras Pattisahusiwa menyesalkan sikap Rury yang mencoret-coret dinding kantor tersebut. Menurut Afras apa yang dilakukan Rury telah melanggar kodek perusahan yakni menjaga rahasia masalah internal perusahan.

“Saya sangat sesali langkah pak Rury, beliau sudah mengumbar semua persoalan perusahan yang ada, padahal sesuai mekanismenya kalau beliau merasa ada yang salah, beliau bisa mengajukan pertemuan untuk kita bahas bersama, tidak perlu diumbar seperti ini,” jelasnya.

Disinggung terkait, hak-hak pegawai Panca Karya yang dinilai tidak diberikan, dia mengaku, setiap perusahan memiliki kelebihan dan kekurangan yang harus dimengerti oleh semua pegawai , begitu juga dengan masalah hak.

“Perusahan ini kan pemasukannya tidak selalu begitu-begitu saja, kadang naik-kadang turun. Dan kalau turun kami selalu memberikan pengertian kepada semua pegawai disini agar dapat memahami, dan mereka semua tidak keberatan, mengapa beliau yang merasa dirugikan.
Memangnya siapa yang ada makan uang kantor ini,” paparnya.

Dia menilai, dirinya tidak takur dengan ancaman Rury , pasalnya sambung dia, selama menjabat Direktur Panca Karya, dirinya sudah melakukan semua tugasnya sesuai dengan menejemen dan prosedur.

“Silahkan saja beliau lapor . dan saya tidak terlalu khawatir, sebab dalam perusahan ada sesuatu yang tidak bisa diberitahukan dan ada yang bisa diberitahukan. Masa semua urusan perusahan harus diimbau, itu kan jadi rahasia perusahaan , jadi silakan saja lapor, yang jelas saya sudah menjalankan tugas sesuai dengan aturan.
(SME).

Click to comment

BERITA TERKINI

To Top