MALUKU

Damaikan Warga yang Bertikai, Kapolda Maluku Kumpul Semua Raja di Leihitu

Kapolda Maluku, Irjen Pol Andap Budhi Revianto memberikan arahan kepada para kepala desa (raja), tokoh masyarakat, tokoh agama se Kecamatan Leihitu dalam acara 'Bakumpul Bacarita Kamtibmas' di depan Polsek Leihitu, Rabu (9/5/2018)

AMBON,SERAMBIMALUKU.com-Upaya mendamaikan perselisihan dan konflik antardesa di Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah terus digalakan Kapolda Maluku, Irjen Pol Andap Budhi Revianto dengan mengumpulkan semua kepala desa (raja), tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda yang ada di wilayah tersebut, Rabu (9/5/2018).

Bertempat di depan Kantor Polsek Leihitu, Andap bersama para raja di kecamatan Leihitu yang desa-desanya pernah terlibat pertikaain duduk bersama untuk membahas penyelesaian masalah yang terjadi selama ini di wilayah tersebut.

Selain dihadiri langsung oleh Kapolda Maluku, pertemuan tersebut juga ikut dihadiri Bupati Maluku Tengah, Tuasikal Abua, Ketua DPRD Maluku Tengah, Ibrahim Rohonussa, para pejabat utama Polda Maluku, Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, AKBP Sutrisno Hady Snatoso, Dandim 1504 Pulau Ambon, Letkol Inf Fendri Yulianto serta sejumlah pejabat lainnya.

Melalui program ‘Bakumpul Bacarita Kantibmas’ yang digagas Kapolda Maluku, berbagai persoalan yang terjadi antardesa disampaikan dalam pertemuan itu. Para raja, tokoh masyarakat dan tokoh agama yang hadir ikut menyampaikan masukan dan aspirasi mereka untuk penyelesaian berbagai persoalan yang terjadi selama ini.

Beberapa aspirasi dari masarakat kepada Kapolda Maluku yang ikut disampaikan dalam pertemuan itu yakni meminta adanya perbaikan fasilitas Polsek Leihitu serta penambahan personel guna menunjang pengamanan kamtibmas di wilayah tersebut.

Setelah mendengarkan berbagai masukan dari masyarakat, Kapolda Maluku Irjen Pol Andap Budhi Revianto kemudian mengajak seluruh raja, tokoh masyarakat serta warga di Leihitu agar dapat berdamai dan mengakhiri segala bentuk pertikaian yang selama ini terjadi.

“Kepada seluruh masyarakat di Leihitu mari kita hidup dengan damai tanpa permusuhan, mari jaga persatuan dan tingkatkan persaudaraan,”ajak Andap dalam pertemuan itu.

Dia mengatakan permusuhan diantara sesama hanya akan mendatangkan kesusahan berkepanjangan, sehingga  berbagai perselisihan yang terjadi selama ini harus segera diakhiri. Warga juga diminta untuk dapat membangun hubungan yang harmonis serta saling menghargai serta bersama-sama membantu mencari solusi atas berbagai persoalan yang terjadi.

“Mari kita bersama-sama menyelesaikan persoalan yang terjadi di masyarakat, jangan ada yang menjadi pengamat saja. Apalagi saat ini akan memasuki bulan suci ramadhan,”katanya.

Sebelumnya, atas inisiasi Kapolda Maluku, dua desa yang selama ini bertikai yakni Desa Wakal dan Hitu telah bersepakat untuk mengakhiri segala pertiakan yang terjadi. Kesepakatan untuk mengakhiri pertikaian antardua desa bertetangga itu dilakukan dalam sebuah deklarasi damai yang ditandatangani langsung oleh raja kedua desa disaksikan para tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan Kapolres serta Dandim.

Dengan kesepakatan itu, maka ketegangan yang terjadi antara dua desa pascabentrokan yang mengakibatkan empat warga meninggal dunia pada bulan Juni 2017 lalu kini telah mencair kembali dan masyarakat kedua desa kini telah hidup berdampingan kembali. (SMJ).

Click to comment

BERITA TERKINI

To Top