POLITIK

Dapat Penilaian Paling Rawan, Pilwakot Tual Malah Paling Aman

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Muhamad Roem Ohoirat
loading...

AMBON,SERAMBIMALUKU.com-Pilkada Kota Tual yang dinilai paling rawan akan menimbulkan konflik ternyata dapat berlangsung secara aman dan damai.

Sebelumnya Bawaslu sempat melaunching Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) dalam Pilkada 2018 pada tanggal 28 November 2017 lalu. Bawaslu menyebut Kota Tual masuk dalam zona merah daerah dengan tingkat kerawanan paling tinggi di Indonesia.

Namun penilaian itu tidak terbukti, sebab saat pelaksanaan Pilkada serentak yang berlangsung pada tanggal 27 Juni 2018 lalu, Kota Tual tetap aman dan pelaksanaan seluruh porses Pilkada sampai dengan pencoblosan berlangsung dengan lancar.

Bahkan setelah hasil perhitungan dimulai, salah satu kandidat secara legowo telah menerima hasil Pilkada di Kota Tual dengan mengakui kekalahannya.

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Muhamad Roem Ohoirat mengtakan, kondisi Kota Tual yang tetap berlangsung aman selama proses Pilkada berlangsung hingga pencoblosan dan penghitungan suara menunjukan bahwa Kota Tual bukanlah daerah paling rawan Pilkada.

“Dalam launching IPK Pilkada Tahun 2018 yang dilakukan Bawaslu di Jakarta pada November 2017 lalu, Bawaslu menempatkan Tual pada Nomor urut 1 wilayah paling rawan Pilkada. Dan itu tidak terbukti harusnya dibalik Kota Tual paling aman nomor 1 saat Pilkada,”kata Ohoirat kepada Serambi Maluku.com, Jumat (29/6/2018).

Dia menyebut Kota Tual dapat melaksanakan Pilkada dengan aman dan damai karena masyarakat di wilayah itu sudah sangat dewasa dan menyadari bahwa perbedaan dalam politik tidak harus menjadi alas an untuk saling berrmusuhan.

Selain itu kata Ohoirat, Kapolda Maluku Irjen Polisi Andap Budhi Revianto dalam beberapa kesempatan juga terus menghimbau kepada stake holder di wilayah itu untuk bersama sama Polri melakukan pelayanan dan pengamanan terbaik untuk menunjukan bahwa Pilkada Kota Tual berlangsung secara aman dan damai.

Untuk menjaga keamanan Kota Tual yang dinilai paling rawan, Kapolda bahkan menugaskan lima Pejabat Utama (PJU) Polda Maluku diantaranya Karo Ops Kombes Pol Gatot Mangkurat, Dir Sabhara Kombes Pol Irwan Rahmaen, Dir Krimum Kombes Pol Gupuh Setiono, dan Kabid Humas Kombes Pol Mohamad Rum Ohoirat serta Kasat Brimob Kombes Pol Guntur untuk melakukan Monitoring, evaluasi dan Asistensi ke Kota Tual.

“Sejak dibentuk pada bulan April 2018, tim tersebut telah beberapa kali ke kota Tual dan berkoordinasi dengan stake holder terkait yaitu, KPU kota Tual, Panwas Kota Tual, ketiga pasangan calon, tokoh adat dan tokoh masyarakat, bahkan dua hari sebelum hari H pencoblosan tim yang dipimpin langsung Wakapolda Maluku Brigjen Pol Akhmad Wiyagus sempat berkantor di Polres
Malra untuk membantu Polres Malra dalam memberikan pelayanan dan pengamanan pilkada di kota Tual,”terangnya.

Ohoirat menambahkan, untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi saat itu, Kapolda juga mengirim 200 personil terdiri dari 1 SSK Brimob dan 1 SSK Sabhara untuk memback up Polres Malra dan hasilnya pilkada kota Tual 2018 berlangsung secara aman tertib tanpa adanya gangguan maupun hambatan apapun.

“Terima kasih kepada semua lapiasan masyarakat Tual, stake holder yaang telah bekerjasama dengan Polri dan TNI menjaga dan mengawal sehingga pilkada walikota Tual yang awalnya berada pada rangking 1 tidak aman menjadi paling aman. Termasuk kesadaran dan partisipasi dari seluruh masyarakat kota Tual,”ungkapnya. (SMJ)

Click to comment

BERITA TERKINI

To Top