by

Data Kependudukan Bermasalah, Ribuan Sarjana di Ambon Terancam Gagal Ikut Tes CPNS

AMBON,SERAMBIMALUKU.com-Ribuan pelamar  yang saat ini sedang mengurus data kependudukan di Kantor Disdukcapil Kota Ambon terancam tidak bisa mengikuti tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun 2018.

Pasalnya ribuan pelamar CPNS ini belum bisa melakukan login di situs BKN lantaran terhambat masalah nomor Kartu Keluarga (KK) dan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tidak singkron.

Ribuan pelamar CPNS ini terancam gagal ikut tes CPNS, sebab batas waktu pendaftaran secara online hanya sampai tanggal 15 Oktober 2018 atau tersisa enam hari lagi. Hingga, Selasa (9/10/2018) ribuan warga masih membludak di kantor Disdukcapil Kota Ambon untuk mengurus NIK dan KK yang tidak Sinkron.

“Waktu pendaftaran semakin sempit, dan proses Sinkron KK dan Nik di Discapil masih belum selesai, sebab sangat banyak sekali orang yang datang untuk mengurusnya. Lagi pula kalau seandainya sudah sinkron, kita semua sudah tidak bisa melakukan pendaftaran, karena waktu penutupan semakin dekat, dan ditambah lagi proses untuk login di Situs BKN sangat sulit,” kata Sam salah seorang warga saat ditemui di Kanyor Disdukcapil Ambon, Selasa (9/10/2018).

Sam mengatakan dengan waktu yang sangat mepet itu, sangat mustahil bagi Disdukcapil untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi ribuan pelamar tersebut. Karenanya dia meminta agar ada solusi dari pemerintah mengenai masalah tersebut.

“Sangat mustail untuk menyelesaikan masalah ini, karena masih ada ribuan ornag yang mengantre,”ujarnya.

Dikatakannya, Tes CPNS merupakan hak setiap warga negara Republik Indonesia. Maka dari itu, harus ada keadilan yang diterapkan dalam setiap seleksi. Dicontohkannya, Papua saja bisa mendapatkan keistimewaan dalam tes CPNS, maka Ambon juga harus seperti itu.

“Papua saja bisa ditunda waktu pendaftaran mereka, kenapa Maluku khususnya, kota Ambon tidak bisa. Pemerintah harus adil dalam setiap proses, jangan pilih kasih. Dan kami berharap, agar DPRD bisa bersama pemerintah kota Ambon, memperjuangkan Aspirasi ini,”tegasnya.

Linda salah satu pelamar meminta kepada DPRD agar dapat menyampaikan permasalahan tersebut ke pemerintah pusat agar proses pendaftaran secara online dapat diperpanjang. Sebab banyak warga yang ingin tes CPNS tapi bermasalah secara teknis dengan data kependudukan.

“Kami berharap Anggota DPRD dapat memperjuangkan masalah yang kami hadapi, ini soal nasib banyak orang,”katanya. (SME)

BACA JUGA :
loading...

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA TERKINI