AMBOINA

Datangi Polda Maluku, KNPI Kecam Serangkaian Aksi Teror Bom

Ketua KNPI Kota Ambon Ahmad Ilham Sipahutar bersama sejumlah pimpinan OKP se-Kota Ambon saat membacakan pernyataan sikap terkait serangkaian aksi serangan bom di Surabaya. Aksi tersebut dibacakan di halaman Kantor POlda Maluku, Senin (14/5/2018)

AMBON,SERAMBIMALUKU.com-Serangkaian aksi kekerasan mulai dari kerusahan di Rutan Salemba, Mako Brimob Kepalap Dua, Depok yang menyebabkan lima Anggota Polri meninggal dunia, hingga serangan bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya termasuk di Mapolrestabes Surabaya mengundang keprihatinan serta berbagai kecaman dari sejumlah pihak.

Di Kota Ambon, kecaman atas berbagai serangkaian aksi teror juga dilayangkan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Ambon bersama sejumlah pimpinan Organisasi Kepemudaan.

KNPI Kota Ambon dan organisasi kepemudaan ikut menyampaikan rasa berbelasungkawa atas para korban serangan bom serta anggota Polri yang menjadi korban dalam serangan teror dalam sepekan terakhir.

KNPI dan organisasi kepemudaan  juga mengutuk keras serangkaian aksi terror yang terjadi dan meminta aparat berwenang agar segera mengusut jaringan teroris dan menangkap para pelaku yang telribat dalam insiden tersebut.

Berikut enam butir pernyataan sikap yang dibacakan langsung Ketua KNPI Kota Ambon, Ahmad Ilham Sipahutar saat mendatangi Kantor Polda Maluku, Senin (14/5/2018).

1. Mengecam dan mengutuk keras segala tindakan terorisme apapun motof dan latar belakangnya. Segala macam tindakan intimidasi dan kekerasan yang mangatasnamakan SARA dengan cara menebarkan terror, kebencian dan kekerasan bukanlah cirri ajaran agama apapun. Untuk itu kami mengutuk keras segala bentuk kekerasan dan intimidasi.

2. Mendukung dan mendorong spenuhnya upaya dan langkah-langkah aparat keamanan untuk mengusut secara cepat sampai tuntas terkait motif serta polanya secara transparan. Juga gerakan yang memicu terjadinya persitiwa tersebut. Gerakan terorisme sudah terjadi sedemikian merajela, maka diperlukan pengamanan khusus yang lebih intensif dari berbagai pihak terutama dari Negara melalui keamanan sehingga kejadian ini tidak terulang kembali di masa depan, khususnya di Maluku.

3. Mengajak seluruh warga Indonesia, khususnya masyarakat Maluku untuk bersatu padu, menahan diri tidak terprovokasi serta terus menggalang solidaritas kemanusiaan sekaligus menolak segala bentuk kekerasan dan intimidasi dimanapun dan dalam bentuk apapun.

4. Mengimbau warga lintas agama khususnya elemen pemuda untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan terus berdoa kepada Tuhan Ynag Maha Esa untuk keselamatan, keamanan, kemaslahatan, ketentraman dan kedamaian hidup dalam berbangsa dan bernegara dalam bingkai semangat Bhineka Tunggal Ika dan pancasila.

5. Mendesak pemerintah untuk mengambil langkah tegas serta cepat terkait penanganan isu terorisme dan radikalisme.

6. Mencermati peristiwa akhir-akhir ini dimana belum genap seminggu persitiwa kerusuhan dan pembunuhan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok Jawa Barat, penusukan Anggota Brimob dan terakhir terror bom di tiga gereja di Surabaya, maka bersama ini kami mendesak Presiden RI, Joko Widodo dan Ketua DPR RI untuk segera mengevaluasi Kapolri dan Kepala BIN karena telah gagal dalam tanggung jawabnya khususnya dalam menciptakan rasa aman bagi semua warga Negara Indonesia. (SMJ)

Click to comment

BERITA TERKINI

To Top