POLITIK

Deklarasi Pilkada Damai Tanpa Said Assagaff

AMBON,SERAMBIMALUKU.com-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Maluku menggelar kegiatan deklarasi Pilkada Damai di kawasan Tugu Gong Perdamaian Dunia dilanjutkan dengan  jalan santai yang diikuti para calon gubernur dan wakil gubernur Maluku bersama ribuan pendukungngnya, Sabtu (18/2/2018) sore.

Dari tiga pasangan calon gubernur Maluku yakni pasangan Said Assagaff-Anderias Rentanubun, Murad Ismail-Barnabas Orno dan Herman Koedoeboen-Abdullah Vanath, calon Gubernur petahana, Said Assagaff berhalangan hadir.

Dalam acara deklarasi tersebut, para pasangan calon gubernur dan wakil gubernur bersepakat untuk mewujudkan Pilkada Maluku yang  jujur aman dan damai tanpa adanya politik uang, politik sara dan saling menyerang melalui berita hoaks.

Kesepakatan itu dibacakan secara bersama di hadapan Plt Gubernur Maluku, Zeth Sahuburua, Kapolda Maluku, Irjen Dede Juhara dan para pimpinan Forkopinda Maluku, para komisioner KPU Maluku, komisioner Bawaslu Maluku dan ribuan masa pendukungnya.

Usai membacakan naskah deklarasi itu, para cagub dan cawagub lalu menandatangani  kesepakatan tersebut. Selanjutnya mereka ikut melepas burung merpati di Tugu Gong Perdamaian Dunia.

Usai acara deklarasi itu  para cagub dan cawagub kemudian mengukuti jalan santai bersama yang dilepas secara resmi oleh KPU Maluku, Syamsul Rifan Kubangun.

Menurut Rifan sesuai dengan tema Deklarasi Pilkada Damai yakni Pilgub Maluku Anti Hoaks,  Sara dan Politik Uang,  maka KPU berharap agar para peserta Pilkada bisa mengikuti kompetisi tersebut secara professional tanpa politik uang, sara dan menyebarkan hoaks.

“Politik Uang,  Sara dan Hoaks harus kita perangi bersama,  agar proses Pilkada nanti bisa berjakan dengan aman dan damai.  Sebab kalau tidak  maka unsur – unsur tersebut dapat menciptakan konflik ditengah – tengah masyarakat, saat proses Pilkada, “jelasnya.

Dia juga mengingatkan kepada para cagub dan cawagub serta tim pemenangan dapat berkampenye sesuai dengan prosedur tanpa harus saling menyerang dengan cara yang tidak fair demi mendapat simpati masyarakat.

“Para kandidat harus berusaha meyakinkan rakyat dengan visi misi mereka untuk membangun Maluku kedepan.  Agar pemimpin yang terpilih nantinya,  merupakan sosok pilihan rakyat.  Bukan menang dari hasil politik uang,  memainkan isu sara,  serta menjatuhkan sesama dengan berita Hoaks, “jelasnya.

Sementara ketua Bawaslu Maluku, Abdullah Ely mengatakan,  demi menjaga keamanan dan ketertiban dalam pilkada Maluku 2018,  pihaknya telah menyiapkan semua sarana pencegahan bagi para oknum – oknum yang sengaja merusak proses Pilgub.

“Kami sudah menyiapkan sarana pencegahan dan penindakan berupa Gakumdu hingga di Kabupaten kota,  bagi pelaku pelaku pelanggar peraturan kampanye.  Itu dilakukan agar, setelah proses ini selesai,  kondisi dilingkungan masyarakat tidak terganggu lantaran beda pilihan politik, ” paparnya.

Dia juga berharap,  agar masyarakat bisa tetap menjaga diri dari politik uang dan politik sara dan berita hoaks yang sengaja dimainkan pihak-pihak tertentu. ” Inikan Pilkada kita semua ingin agar berjalan dengan damai.  Makanya harus ada keterlibatan langsung dari masyarakat untuk menjaga diri dari godaan-godaan itu,”  tegasnya.

Sementara Sambutan Terakhir dari PLT  Gubernur Maluku Zeth Sahuburua dalam acara itu juga mengatakan,  pihaknya sangat mendukung KPU dalam mewujudkan pilkada yang damai dan berkualitas tanpa politik uang, sara dan hoaks.  Untuk itu dia berharap,  agar KPU serta Bawaslu bisa menjalankan tugasnya dengan baik.

“Kinerja KPU akan diuji pada saat Pilkada.  Sukses dan tidaknya Pilkada inu tergantung KPU. Dan merek akan diawasi oleh banyak pihak,  terkait kinerja mereka. Tapi saya sangat yakin mereka akan sukses sebagai penyelenggara Pilkada 2018 nanti, ” paparnya.

(SME)

Click to comment

BERITA TERKINI

To Top