MALUKU

Diawasi Propam dan LSM, Tes Bintara Polri di Maluku Bebas KKN dan Sogok

Ratusan calon bintara Polri di Maluku mengikuti tes akademik di hari kedua yang berlangsung di Gedung Islamic Centre Ambon, Senin (21/5/2018)

AMBON,SERAMBIMALUKU.com-Seleksi calon bintara Polri di Maluku saat ini telah memasuki tes akademik. Sebanyak 378 calon bintara Polri yang telah dinyatakan lulus seleksi berkas pada tahap sebelumnya ikut dalam tes akademik tersebut.

Tes akademik yang diikuti ratusan calon bintara Polri ini berlangsung di Gedung Islamic Centre Ambon di kawasan Waihaong, Kecamatan Nusaniwe  selama dua hari mulai dari Minggu hingga Senin (21/5/2018).

Ada tiga mata pelajaran yang diikuti oleh para calon Anggota Polri, yakni Bahasa Indonesia yang telah diikuti pada hari pertama dan Bahasa Inggris dan mata pelajaran umum lainnya di hari kedua. Berbeda dengan tes akademik calon taruna Polri yang menggunakan sistem komputerisasi, tes akademik untuk calon bintara Polri masih menggunakan sistem manual.

Meski begitu seleksi penerimaan calon bintara Polri di Maluku ini berlangsung dalam pengawasan yang sangat ketat, sehingga tidak ada cela bagi panitia seleksi maupun para peserta untuk melakukan kecurangan.

Kabag Dalpres Biro ESDM Polda Maluku, AKBP Andre Sukendar  saat ditemui di kawasan Islamic Centre mengatakan proses seleksi calon bintara Polri di Maluku saat ini dilakukan sangat terbuka dan transparan, sebab prinsip penerimaan calon bintara Polri saat ini lebih mengedepankan keterbukaan dan jauh dari unsure-unsur KKN.

“Saya kira untuk proses seleksi ini sudah sangat transparan dan itu sudah sejak tahun-tahun lalu, tapi untuk tahun ini lebih transparan dan akuntabel. Prinsip penerimaan calon bintara saat ini sangat bersih dari KKN dan itu yang dilakukan oleh panitia maupun oleh peserta,”kata Andre.

Andre menjelaskan, dalam setiap tahapan seleksi penerimaan, panitia selalu terbuka dan itu telah dilakukan sejak pengumuman penerimaan  dimana pihak panitia langsung mengumumkan melalui media masa maupun media elektronik serta pemberitahuan melalui spanduk.

Dia mengatakan penerimaan anggota Polri saat ini lebih mengedepankan kualitas karenanya pengawasan dalam setiap tahapan seleksi sangat diperketat untuk menutup cela adanya dugaan kecurangan dalam seleksi bintara Polri di Maluku. Andre memastikan jika terbukti ada yang terlibat kecurangan maka pasti akan diproses sesuai aturan yang berlaku.

“Kalau sampai terbukti ada yang lakukan itu pasti akan diproses,”ujarnya.

Dia mengungkapkan keterbukaan dalam seleksi penerimaan calon anggota Polri di Maluku selain dipantau langsung secara internal maupun eksternal, proses seleksi juga sangat bersifat terbuka sehingga tidak memungkinkan terjadinya kecurangan.

“Setiap tahapan penerimaan ini panitia serba terbuka begitu setelah tes, kita langsung pampangkan hasilnya semua jadi semuanya serba terbuka. Selain itu dalam tes juga kita dipantau langsung oleh pengawas secara internal maupun eksternal,”katanya.

Pengawasan  secara internal kata dia ikut melibatkan Propam Polda Maluku dan Irwasda Polda Maluku, selain itu seleksi penerimaan calon bintara Polri di Maluku juga ikut dipantau langsung oleh Propam Polri.

“Kita diawasi langsung oleh Propam Polda Maluku dan Irwasda bahkan dari divisi Propam Polri ikut turun langsung mengawasi sehingga ruang untuk kecurangan itu insya Allah tidak ada. Kalau dari eksternal pengawasna juga dilakukan oleh LSM, media cetak maupun elektronik, kemudian beberapa isntansi terkait jadi setiap seleksi mereka selalu dilibatkan, untuk tes jasmani kita juga kita libatkan KONI dan sebagainya,”paparnya.

Dia menjelaskan dalam system yang sangat terbuka dan pengawasan yang sangat ketat itu maka tidak ada ruang bagi panitia maupun peserta untuk melakukan kecurangan termasuk praktek sogok menyogok.

“Kita selalu laksanakan itu dalam setiap tahap baik dalam tahap perencanaan pada saat pelaksanaan,  tahap perencanaan kita lakukan sosialisasi secara terbuka melalui media, radio televise dan lain-lain begitu pun pada para peserta itu sendiri kita selalu menyampikan kepada calon peserta diawali dengan fakta integritas dan pengambilan sumpah selalu disampikan itu,”ungkapnya.

Andre juga mengimbau kepada para calon bintara Polri yang mengikuti seleksi agar tidak mempercayai adanya sistem koneksi atau orang dalam yang bisa membantu meloloskan sebagai anggota Polri dengan imbalan apapun, sebab mekanisme seleksi penerimaan saat ini sangat ketat dan terbuka.

“Barang siapa yang berupaya mengatasnamakan siapa saja untuk bisa membantu meloloskan itu tidak ada, jadi setiap seleksi yang tidak memenuhi syarat itu selalu kita tekankan. Insya Allah proses seleksi sangat terbuka dan bebas dari KKN,”ucapnya. (SMJ)

Click to comment

BERITA TERKINI

To Top