MALUKU

Diduga Depresi, Seorang Wanita Pilih Gantung Diri Pantai Wisata Difur

Aparat Polres Maluku Tenggara menggelar oleh Tempat Kejadian Perkara kasus dugaan bunuh diri di Pantai Difur

AMBON,SERAMBIMALUKU.com- Engelbertus Reyaan, warga Kecamatan Kei Kecil Kabupaten Maluku Tenggara, ditemukan tewas dengan kondisi sangat menggenaskan.

Wanita berusia 21 tahun ini ditemukan dalam posisi dalam posisi lehernya terikat tali di pohon cemara, di kawasan wisata pantai Difur Kecamatan Dullah Utara Kota Tual, Kamis (5/4/2018), sekitar pukul 17.20 WIT.

Belum diketahui pasti apa penyebab sehingga korban yang biasa disapa Amel, ini nekat mengakhiri hidupnya secara mengenaskan.

Tapi kuat dugaan, korban nekat bunuh diri karena mengalami depresi.

Korban ditemukan pertama kali oleh Yusuf Rentua, Ketua RT Kampung Lupus, Desa Lebetawi. Pria 50 tahun ini menemukannya saat sedang membuat bagan (perangkap) ikan di kawasan tempat kejadian perkara (TKP).

“Menurut keterangan Yusuf Rentua, bahwa awalnya Ia sedang membuat bagan di pinggir pantai sekitar TKP. Saat air pasang, beberapa potong kayu yang digunakan untuk membuat bagan hanyut dibawa air laut di sekitar TKP,” kata Sumber kepada Kabar Timur, mengutip keterangan saksi, Jumat (6/4/2018).

Disaat bahan pembuatan bagan itu hanyut, saksi kemudian memungutnya satu persatu. Ia kemudian melihat korban dari tepian pantai. Karena penasaran, saksi lalu menghampiri korban dari dekat.

“Saat memungut beberapa kayu, tiba – tiba yang bersangkutan melihat seperti sesosok manusia tergantung di pohon cemara.

Karena rasa ingin tahu, saksi mendekati pohon cemara tersebut dan ternyata benar bahwa yang dilihat adalah seseorang yang gantung diri dengan menggunakan tali nilon,” jelasnya.

Mendapati peristiwa itu, saksi langsung menghubungi Kapolsek Dullah Utara. Saat itu Kapolsek kemudian memerintahkan sejumlah anggota menuju lokasi penemuan mayat tersebut.

“Korban ditemukan terikat dengan seutas tali nilon warna biru. Tali itu diikat di pohon cemara dan terlilit di leher korban. Korban mengenakan baju warna biru, celana loreng, memakai gelang warna kuning emas, kalung dan memakai selendang yang melingkar dibahunya,” kata Sumber yang merupakan anggota polisi setempat.

Setelah penemuan itu, polisi kemudian menggali informasi dari sejumlah saksi. Salah satunya adalah Ayu Ningsih, teman korban. Dari penjelasannya, korban diketahui bersama rekan rekannya bertamasya di pantai wisata tersebut.

“Saksi mengaku bersama korban dan teman-teman sedang piknik di pantai Difur. Kemudian sekitar pukul 15.00 WIT, saksi sempat mencari korban. Ia bertanya kepada salah satu warga yang ada di Difur dan dijawab bahwa yang bersangkutan melihat korban dibonceng oleh seseorang dengan menggunakan motor keluar dari tempat wisata itu sehingga saksi berpikir bahwa korban sudah pulang,” ujarnya.

Kasat Reskrim Polres Maluku Tenggara, AKP Arif Budiharso, yang dikonfirmasi membenarkan adanya penemuan mayat tersebut.

“Benar, Kamis sore kemarin, ditemukan mayat yang meninggal karena gantung diri, dilokasi wisata pantai Difur. Jenasanya juga telah dievakuasi oleh Polsek Dullah Utara dan kasusnya masih dalam penyelidikan,” ungkapnya.

Ia mengatakan, penyebab kematian korban belum diketahui. Namun, tidak terdapat adanya tanda tanda kekerasan di tubuhnya.

“Dari hasil identifikasi, tidak ditemukan tindakan kekerasan di tubuh korban. 3 orang saksi sudah diperiksa. Diantaranya ibu korban, teman korban dan ketua RT yang menemukan.

Kasusnya kini telah ditangani oleh Polsek Dulla Utara dan masih penyelidikan lebih lanjut,” pungkasnya. (SMJ)

Click to comment

BERITA TERKINI

To Top