MALUKU

Dipantau CCTV, 24 Taruna Akpol Jalani Tes Akademik Berbasis Komputer di SMK Negeri 3 Ambon

Calon taruna dan taruni Polri sedang bersiap-siap untuk menjalani ujian akademik berbasis komputer yang berlangsung di SMK Negeri 3 AMbon, Sabtu (19/5/2018)
loading...

AMBON,SERAMBIMALUKU.com-Seleksi calon taruna Polri tahun 2018 di Polda Maluku kini telah memasuki tahap seleksi akadeik. Ada sebanyak 24 calon taruna dan taruni Polri yang ikut dalam tahap tes akademik ini.

Tes akademik yang  menggunakan sistem komputerisasi ini berlangsung di SMK Negeri 3 Ambon di kawasan Waiheru, Kecamatan Baguala, Sabtu (19/5/2018). Selama berlangsungnya tes akademik itu, para peserta ikut diawasi secara ketat tidak hanya oleh pengawas dari SDM Polda Maluku namun jjga melalui CCTV.

Kabag Dalpres Biro SDM Polda Maluku, AKBP Andre Sukendar menjelaskan,  pelaksanaan ujian kaademik  untuk para calon taruna dan taruna Polri ini meliputi bidang studi Matematika, Bahasa Indonesia dan pengetahuan umum lainnya.

“Hari ini, kita sudah laksanakan ujian untuk hari yang kedua dimana ada dua mata pelajaran yang kita ujikan yaitu Matematika dan pelajaran umum, pada hari pertama kemarin sudah diuji satu mata pelajaan yakni Bahasa indonesia,”ungkapnya kepada waratwan, Sabtu (19/5/2018).

Dari 24 calon anggota Polri yang masih mengikuti seleksi di Polda Maluku, 22 orang adalah calon taruna dan hanya 2 orang saja calon taruni. Selain  itu banyak dari mereka yang lulus dari jursan IPA dan hanya 4 orang yang lulus dari jurusan IPS.

Dia memaparkan ujian akademik berbasis komputerisasi sebenarnya telah dilakukan sejak beberapa tahun lalu, namun secara terpusat mulai tahun ini dilakukan secara serempak dengan dikoordinir secara langaung dari kementrian pendidikan.

“Untuk tahun ini seleksi akademik dilakukan secara komputerasasi namun untuk bintara Polri dan tantama masih menggunakan LJK,”katanya.

Sukendar  mengungkapkan dari 24 calon taruna dan taruni Polri yang mengikuti seleksi itu hanya delapan orang saja yang akan dikirim ke Jakarta untuk menjalani tahapan selanjutnya hingga penentuan kelulusan.

“Nanti yang akan dikirim ke pusat  sesuai anggaran DIPA yang ditetapkan tahun ini sebanyak 8 orang, nanti di tahap kelulusan itu nanti ditentukan panitia pusat, apakah dari delapan itu apakah 5, 6 atau berapa orang tapi mudah-mudahan 8 ornag itu insya Allah,”ungkapnya.

Sementara itu Jacob Latuperissa teknisi SMK 3 Ambon  yang bertanggung jawab untuk mengoperasikan sistem komputerisasi di sekolah itu mengatakan ujian akademik penerimaan taruna Akpol 2018 menggunakan sistem Computer Based Test (CBT).

Menurutnya aplikasi tersebut sangatlah aman karena selama ini aplikasi itu belum pernah ditembus oleh hacker maupun disabotase oleh pihak manapun. Sistem CBT yang diterapkan untuk ujian akademik taruna Akpol sendiri kata Jacob selama ini digunakan untuk UN di SMA, SMK, SMP dan bahkan akan digunakan untuk paket B dan C.

“Aplikasi ini sudah di pakai oleh SMA dan SMK, SMP saat UN sejak lima tahun lalu, namun    ada sedikit perbedaan untuk CBT kali ini yaitu ada sedikit modifikasi aplikasi terutama untuk menampilkan hasil,”kata Jacob.

Dia menejlaskan, dengan sistem CDT ini setiap taruna Akpol bisa langsung melihat dan mengetahui hasil kerjanya, sehingga tidak akan ada cela bagi sispapun untuk melakukan  kecurangan dalam seleksi taruna Akpol.

“Hasilnya mereka langsung lihat jadi mereka secara langsung bisa menerima hasilnya hari itu dan saat itu juga,”ujarnya.

Dia memastikan hasil tes akademik yang dijalani itu sangat ketat dan tidak dapat di intervensi oleh siapapun, sebab koneksi jaringan internet ke server pusat itu hanya dilakukan saat pengambilan soal dan system uji setelah itu jaringan internet secara otomatis langsung terputus, dan para peserta mengisi soal-soal secara ofline.

“Nanti setelah ujian selesai baru kita mengaktifkan kembali jaringan internet untuk mengopload hasil itu ke server pusat dan saat itu para peserta bisa melihat nilainya, jadi saya rasa akan sulit untuk mengintervensi seleksi akademik ini,”ungkapnya.

Axel Huwae salah satu calon taruna mengaku soal-soal ujian yang dikerjakan selama dua hari cukup membuat dia dan rekan-rekannya harus menguras pikiran untuk menjawab setiap pertanyaan tersebut.

“Menguras pikiran juga, karena murni soal-soalnya dari pusat makanya kalau tidak belajar pasti tidak bisa kerja,”katanya.

Senada dengan Axel, calon taruna lainnya, Muhamad Edwin Fakaubun mengaku meski soal-soal yang dikerjakan sangatlah sulit dan menguras pikiran namun mereka dituntut untuk menjawab soal-soal yang disediakan.

“Kita harus menjawab dan memilih setiap jawaban yang benar, saya kira dalam ujian ini tidak ada yang bisa menolong kecuali diri kita sendiri,”ujarnya. (SMH)

Click to comment

BERITA TERKINI

To Top