by

DPRD Harap Warga Kantongi Nama Pengawai Tukang Pungli di Disdukcapil

AMBON,SERAMBIMALUKU.com-Praktik dugaan pungutan liar yang terjadi di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Dipil (Disdukcapil) Kota Ambon tidak hanya meresahkan para pelamar CPNS yang sedang mengurus data kependudukan di kantor tersebut.

Maraknya dugaan praktik pungli di kantor tersebut juga ikut membuat anggota DPRD Kota Ambon resah dengan adanya dugaan praktik kotor tersebut.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Ambon, Rovik Akbar Afifudin menegaskan dugaan pungli di Disdukcapil Ambon agar dapat diusut tunas dan para pelaku dapat diberi sanksi tegas.

“Pegawai yang melakukan pungli harus dapat ditindak tegas. Makanya kmai berharap agar pala pelamar dapat mencatat nama oknum pegawai yang terlibat pungli,”kata Rovik kepada wartawan, Kamis (11/10/2018).

Dia menjelaskan, praktik pungli sangat merugikan masyarakat khususnya bagi para pelamar CPNS yang sednag mengurus data kependuudkan mereka yang bermasalah di kantor tersebut. Sehingga pihak berwenang harus dapat mengambil tindakan untuk membereskan kasus tersebut.

“Harus diusut tuntas kasus itu. Makanya kalau tahu dan melihat ada kasus itu segera laporkan ke kita dan akan kita tindak lanjuti,”pinta politisi PPP tersebut.

Kasus dugaan pungli di Kantor Disdukcapil Ambon sebelumnya dikeluhkan olehs ejumlah pelamar CPNS. Mereka mengaku bahwa oknum pegawai Disdukcapil telah meminta uang hingga ratusan ribu rupiah untuk mempermudah pengurusan para pelamar CPNS.

Salah seornag  pelamar bahkan sempat memergoki praktik pungli di kantor tersebut, sayangnya dia tidak mengetahui pasti identias oknum pegawia tersebut.

Kepala Disdukcapil Ambon, Selly Haurissa sebelumnya juga telah mengakui bahwa ada sejumlah calo dan oknum pegawainya yang sengaja memanfaatkan kondisi tersebut untuk mendapatkan keuntungan dari warga.

Dia meminta kepada warga dan pelamar CPNS agar dapat mencatat dan memotret wajah oknum pegawainya jika ditemukana da praktik tersebut. Dia juga berjanji akan melaporkan kasus itu kepada Wali Kota Ambon jika ada anak buahnya yang bermain kotor. (SME)

BACA JUGA :
loading...

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA TERKINI